Suhaili-Asrul Sani: Setelah Sowan Ke PPP, Nasdem & PKB. Akan kah Suhaili Ingkar Janji?

Mataram, NTB – Suarajuang | Menjelang dua bulan Pendaftaran Resmi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Komposisi pasangan calon yang terbentuk semakin mengurucut dan menemukan titik kesepakatan. Salah satu pasangan yang dinilai paling siap dan sudah mendaftarkan diri kebeberapa parpol yakni pasangan Suhaili – Asrul Sani, dimana secara resmi mereka telah mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) dan Bakal Calon Wakil gubernur (Bacawagub) lewat PPP, PKB, NasDem dan tentunya lewat Golkar partai yang membesarkan nama Suhaili selama ini. Langkah ini semakin memantapkan mereka tetap solid dalam memastikan diri maju pada Pilgub NTB 2024 untuk meraih kemenangan tanpa keraguan sedikit pun.

Namun, dalam beberapa hari terakhir ini pasca beredarnya video Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang memantabkan diri nya maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Dr. Ir. H. W.Musyafirin, MM. Kemudian, diikuti dengan munculnya bakal pasangan calon Zulkieflimansyah – Suhaili. Maka, Bakal Pasangan Suhaili – Asrul Sani terancam putus ditengah jalan. Padahal sebelumnya bakal pasangan calon Suhaili – Asrul Hani telah mendaftarkan diri sebagai pasangan calon ke beberapa partai politik diantaranya PPP, Nasdem dan PKB.

Pengamat Politik UIN Mataram, Ihsan Hamid melihat paslon Suhaili – Asrul sangat berpotensi keluar sebagai pemenang dalam pilgub NTB kali ini terutama setelah dipastikan paslon incumbent Zul-rohmi yang dianggap cukup dominan putus ditengah jalan. Persis, bubarnya Paket Zul-Rohmi jilid II semakin membuka peluang kemenangan yang semakin besar untuk paslon lain.

Baca Juga:  SiLPA Rp1,14 Triliun, Santri Yusmulyadi: “Didominasi Kelebihan Pendapatan”
Akademisi Universitas Islam Negeri Mataram Nusa Tenggara Barat, Ihsan Hamid

la menyebutkan beberapa analisanya. “Pertama, sejujurnya nama Suhaili masih memiliki popularitas dan elektabilitas yang cukup tinggi, dari beberapa hasil survei yang saya ketahui, dan survey internal yang pernah saya lakukan nama suhaili masih konsisten masuk tiga besar. Ini artinya nama Suhaili sebagai politisi kawakan masih tertanam baik di memori kolektif publik NTB. Karena seperti yg diketahui, Suhaili merupakan mantan Bupati Lombok Tengah dua periode, dan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2018, Suhaili juga tampil sebagai calon Gubernur”, terangnya.

Lanjut Ihsan Hamid menjelaskan “Kedua, saya melihat pasangan Suhaili – Asrul ini memiliki basis pemilih yang jelas dan teruji. Suhaili ini kan merupakan tokoh penting di Yatopa Bodak dan jama’ahnya terbukti solid militan dalam pemilihan bupati di Loteng dan Pilgub 2018 dulu, suhaili selalu keluar sebagai juara, ditambah lagi Basis Ali BD yang Notabene bapaknya Asrul Sani juga saya lihat pemilih militannya masih terawat dengan baik dan saat ini masih tersebar di dua kabupaten yang merupakan basis DPT terbesar di NTB yakni Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah”. jelas Ihsan Hamid.

Baca Juga:  Berlanjut ke Jalur Hukum, Kasie “D” Laporkan Camat Seteluk atas Dugaan Ancaman Senjata Tajam

Flashback dari hasil Pilgub NTB 2018 yang lalu, jika pada komposisi pasangan Suhaili-Asrul Sani diibaratkan bersatunya dua paslon yg bersaing saat itu, yakni figur Suhaili dan Ali BD yang sama-sama menjadi Cagub. Namun, sekarang mereka bersatu melalui Paslon Suhaili – Asrul Sani.

“Alasan ketiga adalah dengan bersatunya kekuatan ini tentu menjadi peluang besar, seingat saya saat itu Suhaili meraih sekitar 674 ribuan suara dan Ali BD sekitar 430 ribuan suara, artinya jika saat ini akumulasi perolehan suara tersebut masih dapat dipertahankan? bahkan dapat ditambah mereka tentu sangat berpeluang keluar sebagai juara”, terangnya.

Bakal Pasangan calon Suhaili – Asrul Sani memiliki chemistry dan kans yang bagus, mereka merupakan kombinasi pasangan beda generasi. “Alasan keempat adalah Suhaili dengan senioritas nya dalam dunia politik tentu akan mudah memanajemen tata kelola pemerintahan secara umum dan Asrul dengan usianya yang masih cukup muda, energik serta pengalamannya sebagai birokrat yang sekarang masih menjabat sebagai Kadispora di Lotim tentu bisa banyak membantu dalam mengawal birokrasi pemerintahan nantinya. Laksana, mereka (baca; Suhaili -Asrul Sani) nanti seperti adik dan kakak”, yakin nya.

Baca Juga:  HWM Center di Bawah H. W. Musyafirin Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kalimango

“Peluang-peluang tersebut tentu akan terbangun dan konkrit jika sudah mendapatkan kepastian rekomendasi dari parpol-parpol tersebut yang dibuktikan dengan surat rekomendasi yang akan mereka jadikan ‘kendaraan’ saat mendaftar di KPU NTB pada 27-29 Agustus nanti, selain itu saya kira faktor utama juga nanti yang sangat menentukan kemenangan mereka kecanggihan strategi yang digunakan serta optimalisasi kerja-kerja tim sukses yang harus massif dan all out. Sehingga secara kalkulasi politik Paslon ini menurut saya masih punya peluang besar untuk keluar sebagai pemenang” tutup nya.

Dari pantauan media suarajuang dikalangan akar rumput pasangan suhaili – asrul sani masih menjadi topik pembicara hangat sampai saat ini, meskipun belum terlihat secara maksimal sosialiasi dalam bentuk alat peraga kampanye seperti spanduk, baliho dan lain-lain, kemungkinan pasangan suhaili – asrul sani masih menunggu kepastian rekomendasi dari parpol. (KSJ.Mtrm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.