Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang.online|Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Perikanan terus melakukan berbagai upaya strategis untuk memperkuat sektor perikanan budidaya. Salah satu langkah yang kini menjadi fokus utama adalah menekan biaya produksi para pembudidaya ikan melalui pengembangan program pakan mandiri yang dilaksanakan bekerja sama dengan PT ISS Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Program tersebut menyasar Kelompok Gold Fish yang berada di Kecamatan Sekongkang. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, para pembudidaya diberikan pengetahuan serta keterampilan untuk memproduksi pakan ikan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia di sekitar mereka.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus Purnawan, S.Pi., M.M., menjelaskan bahwa biaya pakan selama ini menjadi komponen terbesar dalam usaha budidaya ikan. Bahkan, dalam banyak kasus, biaya pakan dapat mencapai lebih dari 60 persen dari total biaya produksi. Kondisi tersebut membuat keuntungan pembudidaya menjadi terbatas, terutama ketika harga pakan pabrikan mengalami kenaikan.
“Karena itu kami mendorong pembudidaya untuk memiliki kemampuan memproduksi pakan sendiri. Melalui program ini, kami memberikan keterampilan teknis mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan baku, formulasi nutrisi, hingga proses produksi pakan yang sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya,” ujar Agus Purnawan kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, program pakan mandiri tidak hanya bertujuan menekan biaya operasional, tetapi juga membangun kemandirian usaha para pembudidaya agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan pakan dari luar daerah. Dengan kemampuan tersebut, pembudidaya diharapkan dapat menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan keuntungan yang diperoleh.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan bersama PT ISS AMNT ini tidak hanya berisi penyampaian materi teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Para peserta diperkenalkan dengan teknologi sederhana yang mudah diterapkan untuk memproduksi pakan secara efisien dan berkelanjutan.
Ia menilai keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia industri dinilai mampu menghadirkan inovasi serta transfer teknologi yang bermanfaat bagi pengembangan sektor perikanan budidaya di Kabupaten Sumbawa Barat.
“Kami ingin usaha budidaya ikan di KSB semakin efisien, produktif, dan memiliki daya saing yang kuat. Dukungan dari dunia industri seperti PT ISS AMNT sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan teknis para pembudidaya, sehingga mereka dapat mengembangkan usaha secara lebih mandiri dan profesional,” tambahnya.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari para anggota Kelompok Gold Fish dan pelaku budidaya lainnya di Kecamatan Sekongkang. Mereka menilai pelatihan pakan mandiri menjadi solusi yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban biaya produksi yang selama ini cukup tinggi.
Para pembudidaya juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut melalui pendampingan yang berkesinambungan, sehingga kemampuan yang telah diperoleh dapat diterapkan secara optimal dan menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata. Selain itu, mereka berharap pemerintah daerah terus membuka akses terhadap teknologi, permodalan, dan pemasaran guna memperkuat perkembangan usaha budidaya ikan di wilayah tersebut.
Melalui program pakan mandiri ini, Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat menunjukkan komitmennya dalam membangun sektor perikanan budidaya yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan potensi lokal, serta sinergi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. (Adv/Red)












