Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang.online|Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi mendistribusikan sebanyak 811 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada para pembudidaya ikan yang tersebar di delapan kecamatan dan 46 desa di wilayah KSB. Penyaluran kartu jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut merupakan bagian dari program unggulan “KSB Maju Layanan Maju Perikanan” yang bertujuan memberikan perlindungan bagi pelaku usaha perikanan budidaya dalam menjalankan aktivitas usahanya.
Program ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam menghadirkan rasa aman bagi para pembudidaya ikan yang setiap hari menghadapi berbagai risiko kerja di lapangan. Dengan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, para pelaku usaha budidaya ikan diharapkan dapat bekerja lebih tenang karena memperoleh perlindungan jaminan sosial dari negara.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus Purnawan, S.Pi., M.M, menegaskan bahwa keberhasilan program ini harus diiringi dengan validitas data penerima manfaat. Oleh karena itu, pihaknya melakukan proses verifikasi dan validasi secara ketat terhadap seluruh usulan yang masuk sebelum menetapkan peserta penerima.
Dari total 1.310 usulan yang diajukan, hanya 811 orang yang dinyatakan memenuhi syarat dan layak menerima kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara sisanya tidak dapat diakomodasi karena berbagai alasan administratif maupun ketidaksesuaian dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Menurut Agus, Dinas Perikanan KSB tidak akan mentolerir adanya data yang tidak valid dalam program tersebut. Evaluasi data penerima akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang masih aktif menjalankan usaha budidaya ikan.
“Kami ingin memastikan program ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada mereka yang memang berhak. Karena itu, data penerima akan terus kami evaluasi. Bagi peserta yang terbukti tidak lagi memenuhi kriteria, kami tidak akan ragu untuk mencoretnya dari daftar penerima,” tegas Agus.
Ia menjelaskan, sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan seseorang dikeluarkan dari daftar penerima antara lain tidak lagi aktif melakukan kegiatan budidaya ikan, berpindah domisili ke luar wilayah, berusia di atas 65 tahun, maupun telah berstatus sebagai ASN, anggota TNI, atau Polri.
Proses distribusi kartu BPJS Ketenagakerjaan tersebut dipimpin oleh Koordinator Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan KSB, Ahlul Afwan, S.Pi., M.M.Inov., dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi bersama Agen Gotong Royong (AGR), penyuluh perikanan, pemerintah desa, serta unsur pendukung lainnya untuk memastikan kartu diterima langsung oleh penerima manfaat yang telah terverifikasi.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga integritas program agar tidak terjadi kesalahan sasaran maupun penyalahgunaan data penerima bantuan. Dinas Perikanan KSB menilai akurasi data merupakan kunci utama dalam keberhasilan program perlindungan sosial bagi pelaku usaha perikanan budidaya.
Meski menerapkan verifikasi yang ketat, Dinas Perikanan KSB tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi syarat untuk bergabung dalam program tersebut. Pendaftaran calon peserta baru dapat dilakukan secara mandiri melalui pemindaian barcode atau tautan digital yang telah disediakan, dengan pendampingan dari penyuluh perikanan di masing-masing wilayah.
Agus berharap program perlindungan sosial ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan pembudidaya ikan di Kabupaten Sumbawa Barat. Selain itu, evaluasi data yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program sehingga manfaat BPJS Ketenagakerjaan dapat dirasakan oleh para pelaku usaha budidaya yang benar-benar aktif dan membutuhkan perlindungan.
“Tujuan utama kami adalah memastikan para pembudidaya ikan memperoleh perlindungan yang layak saat bekerja. Karena itu, data harus selalu diperbarui agar program ini tetap tepat sasaran, berkeadilan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat perikanan budidaya di Kabupaten Sumbawa Barat,” pungkasnya. (Adv/Red)












