Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang l Keselamatan pengguna jalan terancam akibat kondisi sejumlah tiang fiber optik yang hampir roboh di beberapa titik jalan lintas Labuhan Lalar – Maluk di Kabupaten Sumbawa Barat. Tiang-tiang tersebut tampak miring dan sebagian bahkan berada dalam kondisi yang membahayakan, terutama saat angin kencang atau hujan deras.
Warga sekitar mengaku khawatir dengan situasi ini. “Apa harus jatuh korban terlebih dahulu baru laporan kami ditindaklanjuti, Kalau ada angin kencang, tiang-tiang itu sudah akan roboh. Kami takut kalau sampai jatuh ke jalan dan menimpa pengendara,” ujar Panji, seorang pengguna jalan ke lokasi kerja .
Kondisi ini tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menyebabkan gangguan jaringan komunikasi. Beberapa warga melaporkan bahwa kabel yang menggantung rendah sering kali tersangkut kendaraan besar, menambah risiko kecelakaan.
Saat dihubungi wartawan via seluler, Sekretaris Dinas Komunikasi Dan Informatika, Firman Dwi Putra, S.Sos., menyampaikan bahwa pihak Diskominfo sebelumnya telah menghubungi dan berkordinasi dengan OPD terkait dalam hal ini Bidang Tata Ruang termasuk beberapa provider jasa layanan seluler untuk proaktif memantau infrastruktur penunjang alat komunikasi (internet) yang membahayakan keselamatan warga.
“Saat menerima laporan warga terkait sejumlah tiang fiber optik di beberapa ruas jalan arah Labuhan Lalar -Maluk yang sudah roboh dan mengancam keselamatan pengguna jalan, kami langsung berkodinasi dengan OPD terkait dalam hal ini Bidang Tata Ruang Dinas PUPR dan meminta pihak jasa provider seluler untuk segera turun ke lokasi”, terang Firman Dwi Putra.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Muhammad Naf’an, ST telah meminta pihak PT. Lintas Arta selaku pihak subkon dibawah provider seluler PT. XL Axiata untuk segera mengambil tindakan. “Kami sudah menghubungi pihak PT. Lintas Arta untuk segera memperbaiki atau mengganti tiang-tiang fiber optik (internet) yang roboh tersebut. Jangan sampai menunggu terjadi kecelakaan yang merugikan masyarakat”, tegas naf’an.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. Lintas Arta belum dapat dimintai keterangan menangani masalah ini. Masyarakat berharap ada penanganan segera demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan. (Red)












