Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang | Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., dan Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt., M.M.Inov., terus bergerak melakukan silaturahmi.
Setiap tempat yang dikunjungi, warga selalu antusias menyambut duet paket pasangan AMANAH (Amar-Nani) tersebut. Kali ini H.Amar Nurmansyah – Hj.Hanipah melakukan kunjungan silahturrahmi dengan warga Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang, hari jum’at (26/07) malam.
Antusiasme begitu tinggi warga yang hadir membludak sehingga lokasi silaturahmi tidak cukup menampung kehadiran warga.
H. Amar dan Hj. Hanipah setibanya di lokasi acara disambut dengan kalungan bunga disertai dengan alunan suara ‘rantok’ ditabuh oleh kelompok ibu ibu yang kompak menggunakan kostum jilbab merah (baca: ciri khas relawan pemenangan AMANAH).
Di awal sesi acara, tokoh masyarakat H. Mustafa Baharun yang mewakili para relawan yang hadir dalam sambutannya, menceritakan sejarah awal dukungan untuk mengusung H.Amar – Hj. Hanipah saat itu, dipelopori oleh belasan orang tokoh masyarakat yang ada di Kelurahan Dalam.

“Saya masih ingat 2 tahun yang lalu belasan orang tokoh masyarakat di Kelurahan Dalam mempelopori untuk mengusung H. Amar dan Hj. Hanipah maju sebagai kontestan Pilkada Sumbawa Barat tahun 2024 ini dan alhamdulillah saat ini kita melihat begitu tinggi sekali antusiasme relawan sampai ke pelosok pelosok untuk memenangkan paket pasangan AMANAH ini”, ungkap H. Mustafa.
H. Mustafa Baharun juga memberikan penekanan dalam sambutannya terkait dengan masifnya kampanye hitam (baca: black campain) isu politik identitas yang sengaja dimainkan oleh beberapa oknum, membuat memframing tentang asal usul H.Amar Nurmansyah.
“Yang saya ketahui bahwa orang tua (ibu kandung) H. Amar Nurmansyah asli dari Desa Tepas-Brang Rea, bahkan masa kecil beliau H. Amar dihabiskan di desa Tepas. Namun, terlepas dari hal tersebut tidak ada seorang pun yang dapat memilih dimana dia akan dilahirkan dan asal usul seseorang tidak menjamin baik buruknya seseorang pemimpin, contohnya abu jahal dan abu lahab yang lahir di Mekkah. Yang menjadi acuan dalam memilih pemimpin adalah melihat kepribadian dalam pergaulannya sehari hari beserta rekam jejaknya. “, terang H. Mustafa.
di akhir sambutan H. Mustafa Baharun menghimbau, untuk menolak segala bentuk propaganda termasuk didalamnya kampanye hitam (baca: black campaign) yang menjerumus kepada jualan politik identitas, karena selain bertentangan nilai demokrasi pancasila yang kita anut dalam konteks kehidupan berbangsa dan negara, politik identitas juga tidak dibenarkan dalam ajaran agama islam.
Sementara itu pada kesempatan yang sama Bakal Calon Wakil Bupati Hj.Hanipah Musyafirin menyampaikan bahwa kehadirannya, sejatinya adalah dalam rangka silaturrahmi mengunjungi keluarga dekatnya.
“Kehadiran kami pada malam ini, hakikatnya adalah dalam rangka bersilaturrahmi dengan keluarga. Jadi tidak ubahnya seperti hadir ditengah tengah keluarga dekat di Kelurahan Dalam ini”. ujar Hj. Hanipah diawal sambutannya.

Lanjut, Hj. Hanipah menyinggung tentang kriteria serta perilaku seorang pemimpin yang dapat dijadikan sebagai contoh keteladanan. Menurutnya, seorang pemimpin haruslah santun dalam ucapan serta tindakan, bukan sebaliknya berperilaku kasar.
“Seorang pemimpin itu haruslah memiliki keteladanan dalam sikap dan perilaku. Harus punya sopan santun dan tidak kasar”, ungkapnya.
Lanjut Hj.Hanipah menyampaikan bahwa seorang pemimpin haruslah dekat dengan rakyatnya, serta mampu memberikan solusi dan yang tidak kalah penting harus dimiliki seorang pemimpin yakni mampu membangun komunikasi yang baik dengan rakyat agar tidak ada sekat antara keduanya.
“Itu etika umum, seorang pemimpin harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan rakyatnya dibawah, bukan sebaliknya apalagi bertutur kata kasar jauh dari nilai nilai kesopanan. Sekarang, apakah kita akan memilih seorang pemimpin yang seperti itu?,” serunya, kemudian ditanggapi dengan kata ‘tidak’ oleh massa pendukung.

Sementara itu Bakal Calon Bupati H. Amar Nurmansyah sebelum memulai sambutannya, turun dari panggung podium ikut berbaur ke arah tengah tengah massa pendukung untuk membakar semangat para relawan yang hadir mengajak mengumandangkan Yel Yel AMANAH (Amar-Nani).
“Memang sengaja saya turun dari atas panggung, turun ke bawah berbaur dengan bapak ibu relawan AMANAH, sebab filosophi menjadi seorang pemimpin itu adalah duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan rakyatnya”, tegas H. Amar yang disambut dengan Yel Yel AMANAH (Amar Nani).
Di penghujung sambutannya H. Amar menyampaikan antusias warga kelurahan dalam tersebut, menjadi vitamin penyemangat untuk terus bergerak meraih kemenangan pada Pilkada 2024 Kabupaten Sumbawa Barat. (Red)












