Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Perikanan terus memperlihatkan komitmen kuatnya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah melalui Program Kartu KSB Maju Perikanan, sebuah program yang memberikan perlindungan asuransi sosial bagi pelaku utama perikanan. Hingga Agustus 2025, program ini telah terealisasi sebesar Rp252 juta dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat penerima.
Data Dinas Perikanan mencatat, realisasi bantuan program ini diberikan kepada enam orang nelayan dan pembudidaya di beberapa desa, masing-masing dengan nilai sebesar Rp42 juta. Mereka adalah Hambali Har asal Desa Lab. Lalar pada bulan Februari, Jauhari asal Desa Benete pada bulan April, Syairul Bahri asal Desa Lab. Lalar pada bulan Mei, Husin HS asal Desa Kiantar pada bulan Juni, Usman asal Desa Lab. Lalar pada bulan Juni, dan Yakin asal Desa Maluk pada bulan Agustus.
Kepala Dinas Perikanan KSB, Noto Karyono, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan Kartu KSB Maju yang diluncurkan Pemerintah Daerah untuk menjawab kebutuhan perlindungan sosial masyarakat, termasuk di sektor perikanan.
“Melalui Kartu KSB Maju Perikanan, pemerintah tidak hanya hadir untuk meningkatkan produksi atau hasil tangkapan ikan, tetapi juga memberikan perlindungan dan rasa aman bagi para pelaku utama perikanan. Ini adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintah terhadap masyarakat,” ujarnya.
Program KSB Maju Perikanan fokus pada pemberian jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Dengan demikian, nelayan dan pembudidaya yang tergabung dalam program ini memiliki jaminan ketika mengalami kecelakaan kerja, bahkan santunan untuk keluarga apabila terjadi musibah meninggal dunia, baik karena kecelakaan maupun sebab lainnya.
“Kita tahu bahwa pekerjaan sebagai nelayan penuh risiko, mulai dari cuaca ekstrem, kecelakaan di laut, hingga faktor-faktor tak terduga lainnya. Dengan adanya perlindungan ini, keluarga nelayan lebih tenang karena ada jaminan sosial yang melindungi,” tambah Noto.
Penyaluran manfaat program ini dilakukan secara bertahap sejak Februari hingga Agustus 2025. Selain bantuan finansial, penyerahan juga dilakukan secara simbolis dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah, disaksikan oleh para pejabat daerah dan masyarakat. Hal ini memberikan makna penting bahwa keberadaan program bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi nyata menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Para penerima manfaat menyampaikan apresiasi mereka atas perhatian pemerintah daerah. Bantuan yang diterima dinilai sangat membantu, terutama dalam menjaga keberlangsungan keluarga ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Program ini juga sejalan dengan target Universal Coverage Jaminan Sosial (UCJ) yang sedang didorong oleh pemerintah pusat maupun Provinsi NTB. Dengan adanya Kartu KSB Maju Perikanan, Kabupaten Sumbawa Barat ikut berkontribusi dalam memperluas cakupan jaminan sosial bagi masyarakat pekerja sektor informal, khususnya di bidang perikanan.
Dinas Perikanan KSB berharap agar cakupan peserta Kartu KSB Maju Perikanan dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, semakin banyak nelayan dan pembudidaya ikan yang terlindungi.
“Kami ingin seluruh nelayan dan pembudidaya di Sumbawa Barat merasakan manfaat yang sama. Perlindungan ini bukan hanya soal santunan, tetapi juga tentang penghargaan atas jasa mereka dalam menopang ketahanan pangan dan perekonomian daerah,” pungkas Kadis Perikanan.
Melalui realisasi sebesar Rp252 juta di tahun 2025 ini, program Kartu KSB Maju Perikanan benar-benar menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan, kepastian, dan rasa aman bagi masyarakat nelayan dan pembudidaya. Lebih jauh, program ini menjadi fondasi penting menuju pembangunan perikanan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan menyejahterakan seluruh masyarakat Sumbawa Barat. (Red)












