Berlanjut ke Jalur Hukum, Kasie “D” Laporkan Camat Seteluk atas Dugaan Ancaman Senjata Tajam

Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang.online | Insiden memanas antara Camat Seteluk berinisial “MI” dan salah satu kepala seksi (Kasie) berinisial “D” kini berbuntut panjang. Kasie “D” secara resmi melaporkan Camat “MI” ke pihak kepolisian dengan dugaan ancaman menggunakan senjata tajam.

Laporan tersebut disampaikan ke Polres Sumbawa Barat dan saat ini telah ditangani oleh unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim. Rabu, (01/042026)

Menurut keterangan dari pihak pelapor, insiden yang sebelumnya terjadi saat apel pagi tidak berhenti pada adu argumen. Pelapor “D” menyebut, setelah sempat dilerai saat nyaris terjadi kontak fisik, Camat “MI” diduga mengambil senjata tajam jenis celurit dari mobil dinas.

Baca Juga:  Pemkab Sumbawa Barat Gandeng PT AMNT dan UT School, Buka Beasiswa Mekanik Alat Berat untuk Pemuda KSB

Namun, aksi tersebut disebut berhasil dihadang oleh sejumlah staf kecamatan sehingga tidak sampai menimbulkan korban.

“Setelah sempat dilerai, terlapor diduga mengambil senjata tajam dari mobil dinas. Beruntung langsung dihadang oleh staf,” ungkap sumber yang mengacu pada keterangan pelapor.

Usai kejadian tersebut, Kasie “D” memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Sumbawa Barat.

Setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih selama satu jam di ruang Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Unit Pidum Sat Reskrim, pelapor “D” kemudian menunjukkan bukti surat tanda terima laporan kepada awak media Suarajuang.online sebagai bukti bahwa laporan telah resmi diterima oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:  RSUD Asy-Syifa’ KSB dan PT Amman Bahas Addendum MoU Layanan MCU Karyawan

“Ini bukti laporan kami sudah diterima,” ujar pelapor singkat sambil menunjukkan surat tanda terima laporan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan laporan tersebut, termasuk langkah penyelidikan lanjutan yang akan dilakukan.

Sementara itu, pihak Camat Seteluk “MI” juga belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait laporan dugaan ancaman tersebut.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik di Sumbawa Barat. Masyarakat menunggu langkah tegas aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan tersebut, sekaligus mengungkap secara terang benderang kronologi dan fakta sebenarnya di balik insiden yang sempat menghebohkan tersebut. (Red)

Baca Juga:  Bupati H. Amar Jelaskan: SiLPA Adalah Strategi, Bukan Sekadar Sisa Anggaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.