Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang.online | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memaparkan hasil survei persepsi publik terhadap kinerja dan pelaksanaan Program KSB Maju periode September–Desember 2025. Paparan hasil riset disampaikan Direktur Media Survei Nasional (MEDIAN), Riko Marbun, melalui virtual Zoom Meeting yang dipusatkan di Aula Graha Fitrah Kantor Bupati Sumbawa Barat, Kompleks Perkantoran KTC, Taliwang, Kamis (18/12).
Ekspose survei tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si, Wakil Bupati Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt., M.M.Inov, Sekretaris Daerah drh. Hairul Jibril, M.M, para kepala OPD, jajaran perangkat daerah, serta awak media cetak dan online.
Metodologi Survei
Riko Marbun menjelaskan, survei dilakukan pada 28 November hingga 4 Desember 2025 dengan melibatkan 606 responden yang memiliki hak pilih di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling yang proporsional berdasarkan kecamatan dan gender, dengan margin of error ±3,92 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Proses quality control dilakukan terhadap 20 persen dari total sampel.
Tingkat Kepuasan Kinerja Pemerintah
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat periode 2025–2030 berada pada angka 72,9 persen (puas dan sangat puas). Sementara responden yang menyatakan tidak puas tercatat 14 persen, dan sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Jika dilihat per kecamatan, tingkat kepuasan tertinggi tercatat di Kecamatan Brang Ene dengan 91,9 persen responden menyatakan puas, disusul Jereweh (85,0 persen), Seteluk (80,0 persen), dan Maluk (74,1 persen). Adapun Kecamatan Brang Rea dan Sekongkang menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif lebih rendah, meski masih didominasi penilaian positif.
Persepsi Arah Kebijakan dan Optimisme Publik
Survei MEDIAN juga mencatat 68 persen responden menilai arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat di bawah kepemimpinan Amar–Hanipah sudah sesuai harapan. Sebanyak 70 persen responden menyatakan optimistis terhadap masa depan Sumbawa Barat lima tahun ke depan, sementara 11 persen menyatakan tidak optimistis dan sisanya belum menentukan sikap.
Alasan utama responden yang menilai kebijakan sudah sesuai harapan antara lain karena program pemerintah dinilai pro rakyat kecil, manfaatnya mulai dirasakan, pembangunan terlihat, serta realisasi janji politik yang berjalan. Di sisi lain, responden yang menilai kebijakan belum sesuai harapan umumnya menyoroti persoalan pemerataan pembangunan, lapangan kerja, serta manfaat program yang belum dirasakan secara luas.

Evaluasi Umum Program KSB Maju
Dalam pertanyaan terbuka, masyarakat paling banyak menyebut Program KSB Maju Pendidikan, KSB Maju Kesehatan, pembangunan infrastruktur jalan, bantuan sosial, serta pemberdayaan UMKM sebagai keberhasilan utama pemerintah daerah. Namun demikian, sejumlah kekurangan juga masih menjadi catatan publik, antara lain pemerataan bantuan, kualitas infrastruktur di desa-desa, lapangan kerja, serta kurangnya sosialisasi program.
Program KSB Maju Pendidikan
Tingkat awareness publik terhadap Program KSB Maju Pendidikan mencapai 88,9 persen, meningkat dibandingkan periode September. Program ini memberikan bantuan biaya awal masuk sekolah mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Tingkat kepuasan publik terhadap program ini berada pada angka 70,5 persen, dengan tren kepuasan menunjukkan peningkatan dibandingkan survei sebelumnya.
Program KSB Maju Kesehatan
Program KSB Maju Kesehatan yang meliputi bantuan pendamping pasien rujukan, Tim Reaksi Cepat (TRC) berbasis puskesmas, serta layanan ambulans gratis juga mendapatkan respons positif. Tingkat awareness publik berada di atas 80 persen untuk masing-masing subprogram, dengan tingkat kepuasan berkisar antara 60 hingga 64 persen. Meski demikian, masih terdapat catatan terkait pemerataan layanan dan kecepatan respons di beberapa wilayah.
Program KSB Maju Sosial
Program KSB Maju Sosial menjadi salah satu sektor dengan kenaikan capaian paling signifikan pada periode survei September–Desember 2025. Berdasarkan hasil survei MEDIAN, tingkat awareness dan kepuasan masyarakat terhadap berbagai indikator bantuan sosial menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.
Secara rinci, capaian program KSB Maju Sosial adalah sebagai berikut:
Bantuan Sosial Masyarakat Miskin Ekstrem: diketahui oleh sekitar 78 persen responden, dengan tingkat kepuasan mencapai 66 persen, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Bantuan Sosial Lansia: tingkat awareness berada di kisaran 76 persen, dengan kepuasan publik sekitar 65 persen.
Bantuan Anak Yatim/Piatu: diketahui oleh 75 persen responden, dengan tingkat kepuasan 64 persen.
Bantuan Penyandang Disabilitas: awareness tercatat 73 persen, dengan kepuasan 62 persen.
Bantuan untuk Marbot Masjid: diketahui oleh 77 persen responden, dengan tingkat kepuasan mencapai 67 persen, menjadi salah satu indikator tertinggi dalam klaster sosial.
Bantuan Uang Duka: awareness publik berada pada angka 74 persen, dengan kepuasan 63 persen.
Bantuan untuk Guru Ngaji: diketahui oleh 76 persen responden, dengan kepuasan sekitar 65 persen.
Pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): awareness publik mencapai 80 persen, dengan tingkat kepuasan 68 persen, tertinggi di antara seluruh program KSB Maju Sosial.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa program-program sosial dinilai semakin tepat sasaran dan mulai dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat rentan.
Program KSB Maju Perumahan
Pada sektor perumahan, program bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), rumah layak huni (RLH), serta pemasangan listrik 900 watt gratis diketahui oleh lebih dari 70 persen responden. Tingkat kepuasan publik berada pada kisaran 54 hingga 58 persen. Masyarakat mengapresiasi bantuan tersebut, namun menyoroti keterbatasan kuota dan belum meratanya penerima manfaat.
Program KSB Maju UMKM
Program bantuan modal usaha melalui koperasi syariah sebagai bagian dari KSB Maju UMKM diketahui oleh 76,4 persen responden. Tingkat kepuasan publik terhadap program ini tercatat 53,6 persen. Responden menilai program ini potensial mendorong ekonomi lokal, namun masih membutuhkan pendampingan usaha dan perluasan akses.
Program KSB Maju Perikanan
Untuk sektor perikanan, bantuan premi asuransi nelayan diketahui oleh 63,7 persen responden. Tingkat kepuasan publik berada pada angka 45,3 persen, relatif lebih rendah dibandingkan sektor lain. Rendahnya awareness sebelumnya dan belum meratanya penerima manfaat menjadi faktor yang mempengaruhi persepsi publik.
Program KSB Maju Tani Ternak
Program KSB Maju Tani Ternak meliputi asuransi usaha tani padi dan jagung (AUTP dan AUTJ) serta bantuan biaya panen. Tingkat awareness publik berada pada kisaran 63 hingga 65 persen, dengan tingkat kepuasan sekitar 44 persen. Masyarakat petani menilai program ini membantu, namun berharap nilai bantuan dan cakupan penerima dapat ditingkatkan.
Dalam survei ini, masyarakat juga menyampaikan sejumlah masalah mendesak yang perlu menjadi prioritas pemerintah daerah ke depan, di antaranya penyediaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, perbaikan layanan kesehatan, pendidikan, serta realisasi menyeluruh Program KSB Maju.
Tanggapan Bupati dan Harapan ke Depan
Menanggapi hasil survei MEDIAN yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Program KSB Maju mencapai 72,9 persen, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si menilai capaian tersebut sebagai hasil yang sangat positif, meski program-program strategis baru berjalan efektif sekitar 10 bulan.
Menurut Bupati H. Amar, ke depan pemerintah daerah optimistis proses penyaluran berbagai bantuan akan berjalan semakin lancar seiring dengan matangnya sistem, kesiapan perangkat pendukung, serta perbaikan mekanisme pendataan dan distribusi. Dengan kondisi tersebut, ia meyakini tingkat kepuasan masyarakat berpotensi meningkat hingga menyentuh angka 80 persen setelah satu tahun penuh pelaksanaan program.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa capaian positif tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Evaluasi berkelanjutan tetap diperlukan, mengingat masih terdapat sejumlah program yang tingkat kepuasannya berada di bawah rata-rata, terutama program yang baru dieksekusi dalam satu hingga dua bulan terakhir.
Beberapa di antaranya adalah program pembangunan rumah baru serta asuransi tanaman, yang manfaatnya dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat karena masih berada pada tahap awal pelaksanaan dan harus menyesuaikan dengan siklus serta musim tanam.
“Dalam beberapa bulan ke depan, setelah realisasi benar-benar tuntas dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, saya yakin tingkat kepuasan publik akan terus meningkat,” ujar Bupati Amar.
Lebih lanjut, Bupati Amar menjelaskan bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap program pemerintah relatif tinggi, namun tidak selalu berjalan seiring dengan tingkat kepuasan dan pemahaman. Ia menilai masyarakat tidak hanya bersifat rasional, tetapi juga emosional, sehingga ekspektasi publik terhadap program pemerintah cenderung tinggi.
“Jika harapan tersebut tidak terpenuhi, hal itu bisa memicu keluhan dan ketidakpuasan. Karena itu, pemerintah harus terus memperbaiki kualitas layanan dan komunikasi publik,” jelasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya pengumpulan data yang akurat dan representatif guna memahami kebutuhan serta hambatan masyarakat secara lebih tepat. Dari total sekitar 51.000 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sumbawa Barat, saat ini baru sekitar 23.000 KK yang telah menerima manfaat langsung program. Namun demikian, tingkat kepuasan publik tetap berada di kisaran 73 persen, yang menurutnya menunjukkan bahwa manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima langsung, tetapi juga oleh masyarakat luas yang melihat dampak positifnya.
“Persepsi masyarakat terhadap program pemerintah sangat positif. Kepuasan tidak hanya datang dari penerima manfaat, tetapi juga dari warga yang menilai program ini bermanfaat dan sesuai dengan harapan,” pungkas Bupati Amar. (Redaksi)












