Dilirik Poltek AUP Bogor dan SMK Perikanan, UMKM Bakso Ikan Sumbawa Barat Jadi Pusat Magang

Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang | Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat kembali menjadi perhatian publik. Produk olahan ikan yang dikembangkan Poklaksar (Kelompok Pengolahan dan Pemasaran) Maju Bersama tidak hanya diminati masyarakat, tetapi juga dilirik dunia pendidikan sebagai pusat pembelajaran dan magang mahasiswa maupun pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

Poklaksar Maju Bersama berhasil membuktikan bahwa pengolahan hasil perikanan mampu menciptakan peluang usaha yang menjanjikan. Produk unggulan mereka berupa bakso ikan bahkan menjadi primadona dalam Pekan Daerah (PEDA) & Agro Expo ke-XVII Provinsi NTB yang berlangsung di Alun-alun Kota Taliwang, 22–27 September 2025. Selama enam hari pameran, lapak mereka diserbu pembeli dan mencatat omzet hingga Rp20 juta.

“Naik pak, omzet saya dari Rp1,8 juta menjadi Rp3 juta lebih per harinya. Belum lagi menerima pesanan sekitar 230 kilogram bakso ikan per bulan dari AMNT, perusahaan tambang itu pak. Dalam bentuk pentol frozen (beku, red),” kata Mukmin, wanita paruh baya yang kini menjadi motor penggerak UMKM perikanan, Kamis (25/9/2025).

Baca Juga:  Nyaris Adu Jotos Saat Apel Pagi, Camat dan Kasie di Seteluk Jadi Tontonan 

Selain sukses di arena penjualan, unit produksi Poklaksar Maju Bersama juga ramai dikunjungi rombongan mahasiswa dan pelajar. Salah satunya adalah tim dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Bogor, Jawa Barat, sekolah tinggi perikanan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, yang secara khusus datang untuk belajar teknik pengolahan dan manajemen usaha berbasis hasil laut. Bahkan sejumlah SMK Perikanan dari Pulau Sumbawa, NTB juga menjadikan kelompok ini sebagai lokasi magang dan praktik lapangan.

“Poltek AUP Bogor itu dan sejumlah SMK di NTB datang magang, pak. Mereka belajar teknik pengolahan serta manajemen pendampingan Poklaksar binaan Dinas Perikanan kita,” jelas Kepala Dinas Perikanan Sumbawa Barat, Noto Karyono, S.Pi, M.Si.

Menurut Noto, kehadiran para siswa dan mahasiswa di unit produksi Poklaksar adalah bukti nyata bahwa keberadaan UMKM perikanan binaan pemerintah daerah memberi manfaat luas, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pendidikan dan transfer ilmu.

Baca Juga:  RSUD Asy-Syifa’ KSB Jalin Kerja Sama dengan Siloam Hospitals Group untuk Perkuat Layanan Rujukan

Dinas Perikanan Sumbawa Barat sendiri memiliki program khusus untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia dan pengolahan hasil perikanan. Salah satunya dengan membina Poklaksar seperti Maju Bersama. Program ini menjadi bagian dari strategi ekstensifikasi atau perluasan pengolahan hasil produksi perikanan berbasis masyarakat nelayan.

Data Dinas Perikanan mencatat, hingga tahun 2024 terdapat 56 Poklaksar yang tersebar di seluruh kecamatan. Masing-masing kelompok tidak hanya mendapatkan pendampingan dalam manajemen usaha, tetapi juga difasilitasi alat dan mesin pengolahan tepat guna. “Unit produksi berupa alat dan mesin pengolahan tepat guna. Mereka didampingi dari standar produksi hingga pemasaran,” ujar Noto.

Ia menambahkan, Dinas Perikanan Sumbawa Barat memiliki hubungan erat dengan Poltek AUP Bogor, satu-satunya sekolah tinggi perikanan di Indonesia yang fokus mencetak ahli usaha pengolahan hasil perikanan. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas generasi muda nelayan di Sumbawa Barat agar bisa bersaing di tingkat nasional.

Baca Juga:  HWM Center di Bawah H. W. Musyafirin Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kalimango

“Pemerintah melalui Dinas Perikanan bahkan menjamin setiap anak-anak nelayan setempat untuk direkomendasikan masuk dan belajar di sekolah tinggi tersebut,” tambah Noto.

Keberhasilan Poklaksar Maju Bersama yang mampu meraup omzet fantastis sekaligus menjadi tempat belajar generasi muda membuktikan bahwa UMKM perikanan di Sumbawa Barat punya prospek cerah. Dengan dukungan pemerintah daerah dan kerja sama pendidikan, harapannya sektor ini terus tumbuh, membuka lapangan kerja, serta menjadikan produk lokal perikanan sebagai kebanggaan daerah hingga ke kancah nasional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.