Testimoni Keluarga Penerima Rasakan Manfaat Kartu KSB Maju Perikanan, Perlindungan Nyata untuk Nelayan dan Pembudidaya

Sumbawa Barat, NTB |Program Kartu KSB Maju Perikanan yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Perikanan tidak hanya terealisasi dalam bentuk angka bantuan, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat nelayan dan pembudidaya. Salah satunya melalui pencairan polis asuransi kematian nelayan, yang telah memberikan harapan dan kekuatan baru bagi keluarga yang ditinggalkan.

Siti Aminah Salah satu anak sebagai ahli waris penerima manfaat, keluarga Alm. Hambali Har, seorang nelayan asal Desa Labuhan Lalar yang meninggal dunia pada Februari 2025, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Kehilangan kepala keluarga tentu bukan hal mudah, tetapi dengan adanya santunan dari Kartu KSB Maju Perikanan, kami bisa melanjutkan kehidupan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan tetap bertahan,” ujar Aminah salah seorang Anak Almarhum.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Hal senada juga diungkapkan keluarga Alm. Syairul Bahri dari Desa Labuhan Lalar. Santunan sebesar Rp42 juta yang diterima membantu biaya pendidikan anak-anaknya. “Santunan ini sangat berarti, terutama untuk pendidikan anak-anak. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah memperhatikan nelayan kecil seperti kami,” ucapnya.

Kepala Dinas Perikanan KSB, Noto Karyono, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 1.864 orang nelayan dan 683 orang pembudidaya ikan telah masuk sebagai peserta dalam program Kartu KSB Maju Perikanan. Jumlah tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Daerah dalam memberikan perlindungan sosial yang luas bagi pelaku utama perikanan.

“Program ini tidak hanya menyasar nelayan penangkap ikan, tetapi juga para pembudidaya. Semuanya punya risiko kerja masing-masing, dan dengan perlindungan ini, kita ingin pastikan bahwa mereka dan keluarganya tidak dibiarkan sendiri ketika musibah datang,” tegas Noto.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Masyarakat penerima manfaat berharap agar program ini bisa terus berlanjut bahkan diperluas. Mereka menilai, selain membantu secara finansial, keberadaan program Kartu KSB Maju Perikanan juga memberikan rasa aman saat melaut atau bekerja di tambak.

“Kami jadi merasa tenang, karena kalau ada apa-apa di laut, keluarga kami masih ada yang menjaga. Terima kasih kepada Bupati, kepada Dinas Perikanan, dan semua pihak yang sudah memperjuangkan program ini,” ungkap keluarga penerima manfaat lainnya.

Program ini sekaligus menegaskan kepedulian Pemerintah KSB terhadap kelompok masyarakat yang selama ini bekerja dalam risiko tinggi. Perlindungan sosial melalui jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) yang diberikan kepada ribuan nelayan dan pembudidaya ikan menjadi tonggak penting dalam pembangunan perikanan yang inklusif dan berkeadilan.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Dengan total realisasi manfaat yang sudah tersalur sebesar Rp252 juta di tahun 2025, program Kartu KSB Maju Perikanan telah benar-benar menyentuh masyarakat bawah, memberikan harapan baru, dan menjadi bukti bahwa pemerintah hadir tidak hanya dalam janji, melainkan dalam tindakan nyata yang menyejahterakan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.