Bakso Ikan Inovasi Dinas Perikanan KSB: Cegah Stunting, Sehatkan Generasi, dan Hidupkan Ekonomi Lokal

Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang | Upaya mengatasi persoalan gizi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir terus dilakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Salah satu terobosan terbaru yang kini tengah digarap serius adalah pengembangan bakso ikan—produk olahan bernutrisi tinggi yang diharapkan mampu menjadi solusi gizi sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Sekretaris Dinas Perikanan KSB, H. Burhan Daeng Mangago, S.Pi., M.Si., menuturkan bahwa hadirnya bakso ikan bukan hanya sekadar inovasi kuliner, melainkan langkah strategis dalam mengolah hasil tangkapan nelayan agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

“Bakso ikan mengandung protein tinggi dan omega-3, sangat baik untuk pertumbuhan anak, pencegahan stunting, sekaligus mencerdaskan generasi penerus,” ujarnya, Jum’at (22/8/2025).

Dukung Program Nasional “Gemarikan”

Burhan menjelaskan, inovasi bakso ikan sejalan dengan program nasional Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan). Program ini mendorong masyarakat untuk lebih sering mengonsumsi ikan dalam berbagai bentuk olahan.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Menurutnya, masyarakat sering kali terbatas pada konsumsi ikan segar sebagai lauk tradisional. Dengan adanya bakso ikan, konsumsi ikan menjadi lebih praktis, modern, lezat, dan ramah selera anak-anak.

“Kami ingin membiasakan masyarakat mengonsumsi ikan setiap hari. Dengan bentuk olahan seperti bakso, rasanya lebih mudah diterima anak-anak, sehingga kebutuhan gizi mereka terpenuhi tanpa harus dipaksa,” tambah H. Burhan.

Gandeng Nelayan dan UMKM

Selain bermanfaat dari sisi kesehatan, bakso ikan juga diyakini mampu mendongkrak ekonomi masyarakat. Produk olahan ini membuka jalan bagi nelayan untuk menjual hasil tangkapan dengan nilai lebih tinggi, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi kelompok UMKM lokal, khususnya Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar).

“Diversifikasi pangan seperti ini akan menciptakan sumber ekonomi baru. Nelayan tidak hanya menjual ikan mentah, tetapi juga bisa ikut dalam rantai produksi olahan. Begitu pula dengan UMKM, mereka bisa memproduksi dan memasarkan bakso ikan secara lebih luas,” jelas H. Burhan.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Dengan berkembangnya usaha berbasis perikanan, diharapkan akan tercipta lebih banyak lapangan kerja baru di Kabupaten Sumbawa Barat. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengelolaan hasil laut yang berkelanjutan.

Menu Sehat untuk Tekan Stunting

Masalah stunting masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk di KSB. Burhan optimis, dengan hadirnya bakso ikan, angka stunting bisa ditekan secara signifikan.

Protein dan omega-3 yang terkandung dalam ikan sangat berperan dalam tumbuh kembang anak, memperkuat daya tahan tubuh, serta mendukung perkembangan otak. Ditambah lagi, bentuk olahan bakso yang gurih dan lezat membuat anak-anak menikmatinya tanpa merasa terbebani.

“Selain sehat, bakso ikan terbukti digemari anak-anak. Jadi manfaatnya ganda: gizinya terpenuhi, mereka pun senang mengonsumsinya,” tegasnya.

Langkah Berkelanjutan

Dinas Perikanan KSB tidak berhenti pada bakso ikan saja. Ke depan, mereka berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai produk olahan perikanan lainnya, mulai dari nugget, sosis, hingga abon ikan, agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengonsumsi hasil laut.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

“Dengan meningkatnya konsumsi ikan, kita bukan hanya menekan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Jadi manfaatnya berlapis: untuk kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan,” pungkas H. Burhan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.