Jakarta, Suarajuang|Dalam kunjungan kerjanya ke Jakarta selama dua hari, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si melaksanakan audiensi ke dua kementerian strategis, yakni Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada Rabu-Kamis, 16–17 Juli 2025. Kunjungan tersebut bertujuan memperjuangkan dua program prioritas daerah: Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pembangunan Jaringan Irigasi Tiu Suntuk menuju Kecamatan Jereweh.
Revitalisasi BLK, Menteri Tenaga Kerja Dijadwalkan Hadir pada Harlah KSB ke-22
Bupati Sumbawa Barat didampingi Anggota DPRD KSB Norvi Aperiansyani dan Kepala Disnakertrans KSB Slamet Riadi, S.Pi., M.Si, melakukan audiensi dengan Menteri Tenaga Kerja RI Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D, di ruang kerja Menteri, Kamis (17/07).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan rencana revitalisasi BLK Kabupaten Sumbawa Barat sebagai program unggulan bersama antara Pemda KSB, PT Amman Mineral, dan Kemenakertrans RI. BLK dirancang menjadi pusat pelatihan tenaga kerja unggulan di kawasan Indonesia Timur.
“Meski pekerjaan fisik akan dilakukan bertahap, pelatihan akan tetap berjalan. Fokus pelatihan diarahkan pada kebutuhan tenaga kerja industri strategis dan berbasis potensi daerah,” jelas Bupati.
Menanggapi hal tersebut, Menteri menyatakan dukungannya dan menekankan pentingnya penguatan soft skill dalam pembinaan tenaga kerja. Menteri juga menyampaikan kesediaannya hadir dalam perayaan Hari Lahir Kabupaten Sumbawa Barat ke-22 pada 20 November 2025, sekaligus untuk melakukan kunjungan kerja ke PT Amman dan menyaksikan penandatanganan MoU Revitalisasi BLK.
Sebagai tindak lanjut, Kemenaker akan mengundang Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk melakukan ekspose program di hadapan jajaran Kementerian, guna menyelaraskan rencana dan tahapan pelaksanaan.
Kementerian PUPR Beri Lampu Hijau untuk Irigasi Tiu Suntuk–Jereweh
Sehari sebelumnya, Rabu (16/07), Bupati melaksanakan audiensi ke Kementerian PUPR untuk membahas pengembangan jaringan irigasi dari Bendungan Tiu Suntuk menuju Kecamatan Jereweh. Dalam pertemuan dengan jajaran Direktorat Irigasi dan Direktorat Bina Teknik Dirjen Sumber Daya Air, Bupati menyampaikan pentingnya infrastruktur irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
“Target kami mengairi lahan pertanian seluas 2.000 hektare. Saat ini indeks tanam baru 150 persen. Jika jaringan irigasi terbangun, kami harap bisa mencapai 300 persen,” tegas Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemda KSB telah menyelesaikan seluruh dokumen pendukung, mulai dari studi kelayakan, DED, AMDAL hingga LARAP, sebagai bentuk keseriusan daerah. Menanggapi hal tersebut, Kementerian PUPR menyambut baik dan akan menjadwalkan sesi ekspose resmi dari Pemkab KSB dalam dua minggu ke depan.
Kunjungan kerja dua hari ini menegaskan komitmen Bupati Sumbawa Barat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Kedua program prioritas tersebut menjadi bagian integral dari visi KSB Maju Luar Biasa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan SDM dan ketahanan pangan daerah. (Red)












