Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang|Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, SE, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan memimpin rapat strategis bersama jajaran Pemerintah Daerah di Ruang Rapat Graha Fitrah. Hari senin (07/07/2025).
Dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah drh. Hairul, M.M., para Asisten Sekda, Kepala Dinas Perkim Novrizal Zainsyah, S.E., serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lainnya, Wamen Fahri menyampaikan komitmen kuat pemerintah pusat untuk menjadikan KSB sebagai proyek percontohan nasional dalam penataan kawasan permukiman.
“KSB tidak hanya unggul dari sisi kesiapan teknis dan kelembagaan, tapi juga memiliki nilai sosial yang kuat: gotong royong. Ini modal besar untuk mengakselerasi program renovasi 3 juta rumah,” ujar Wamen Fahri.
Ia menyoroti pentingnya penataan kawasan bantaran sungai dan pesisir sebagai bagian dari strategi pembangunan kota yang bersih, terstruktur, dan bernilai ekonomi. Wamen juga menegaskan bahwa ketersediaan anggaran bukan menjadi masalah utama, melainkan ide dan desain kawasan yang belum maksimal.
“Uang itu ada. Tapi kalau tidak ada ide dan perencanaan yang matang, maka hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.
KSB Siap Bertransformasi
Menanggapi arahan Wamen, Sekda KSB dan Kepala Dinas Perkim menyatakan kesiapan penuh daerah. Kawasan Maluk telah dipilih sebagai lokasi prioritas penataan permukiman, dengan dukungan data akurat dari Dinas Sosial dan lintas sektor. Selain itu, proyek drainase primer di Kota Taliwang serta rencana pembangunan rumah susun di Kampung Songa menjadi bagian dari strategi menyeluruh.
“Kami ingin mengubah kawasan kumuh menjadi lingkungan yang sehat dan layak huni,” kata Novrizal.
Kepala Bappeda KSB, Suhadi, S.P., M.Si., menambahkan bahwa pendekatan rumah tapak lebih relevan bagi masyarakat KSB yang rata-rata telah memiliki lahan. Hal ini senada dengan kebijakan pusat yang memprioritaskan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bentuk subsidi kolateral yang mendukung produktivitas masyarakat.
Wamen Fahri juga mendorong agar koperasi lokal seperti Koperasi Merah Putih dilibatkan sebagai penyedia bahan bangunan. Tujuannya: menciptakan ekosistem pembangunan yang memberdayakan warga, bukan hanya membangun fisik.
Menuju KSB Model Nasional
Dengan semangat kolaborasi pusat-daerah dan sinergi antarinstansi, KSB dinilai memiliki seluruh elemen kunci untuk menjadi model nasional penataan kawasan permukiman yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
“Saya ingin KSB bukan sekadar penerima program, tapi penentu arah pembangunan. Mulai dari desain hingga pemberdayaan masyarakat,” tutup Wamen Fahri. (Red/Prokopim)












