Tak Punya BPJS, Nyawa Tetap Diselamatkan: Ketulusan RSUD Asy-Syifa’ untuk Pasien Asal Sumba

Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang|Di balik hiruk pikuk aktivitas pelayanan kesehatan harian, ada kisah kemanusiaan yang patut menjadi cermin bersama. Pada Senin, 23 Juni 2025, RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat menerima seorang pasien bernama Devita Natalia, warga asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang datang dalam kondisi darurat medis.

Dengan wajah pucat dan langkah tertatih, Devita tiba di UGD dalam kondisi kritis—diagnosa awal menunjukkan usus buntu yang berisiko pecah. Situasi ini menuntut tindakan operasi segera. Namun, satu hal menjadi penghalang: Devita belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif di wilayah Sumbawa Barat, dan keterbatasan biaya semakin memperberat langkah keluarganya.

Namun, RSUD Asy-Syifa’ tidak menunggu waktu lama. Tim medis langsung bergerak cepat. Di bawah koordinasi langsung dari Direktur RSUD Asy-Syifa’, dr. Carlof, M.MRS., MQM, tindakan penyelamatan jiwa segera dilakukan tanpa mempertimbangkan status administrasi terlebih dahulu.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

“Pasien dalam kondisi gawat darurat tidak mungkin kami tunda penanganannya hanya karena masalah administrasi. Prinsip kami jelas: keselamatan pasien adalah yang utama. Soal BPJS, kami bantu urus sambil tetap memberikan pelayanan medis sebaik-baiknya,” ujar dr. Carlof dengan nada tegas namun hangat.

Sementara tim medis bekerja menyelamatkan nyawa, pihak rumah sakit secara proaktif menghubungi BPJS Kesehatan dan dinas terkait guna mempercepat proses pemindahan alamat kepesertaan dari Sumba ke Sumbawa Barat.

Di luar ruang tindakan, sang ibu berdiri menggenggam tas kecilnya erat-erat. Wajahnya menunjukkan kelelahan, namun matanya berbinar haru.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

“Kami datang dari jauh, dari tempat yang kami sendiri belum terlalu paham situasinya. Tapi anak saya langsung ditangani tanpa ditanya panjang lebar. Kami tidak merasa seperti orang asing di sini,” ujarnya pelan, dengan suara nyaris tercekat.

Kisah Devita menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan sejatinya bukan hanya tentang prosedur dan data kependudukan, tapi tentang kepekaan hati dan komitmen pada nilai-nilai kemanusiaan. Apa yang dilakukan RSUD Asy-Syifa’ tak hanya menyelamatkan nyawa, tapi juga menumbuhkan kepercayaan bahwa kebaikan masih menjadi dasar dalam pelayanan publik.

Dengan semangat melayani tanpa sekat, RSUD Asy-Syifa’ terus melangkah bersama masyarakat, menghadirkan harapan di tengah keterbatasan. Dalam setiap tindakan, rumah sakit ini menghidupkan cita-cita KSB Maju Luar Biasa yang Amanah — sebuah masa depan yang peduli, merangkul, dan tak meninggalkan siapa pun.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.