Bali, Suarajuang|Sebuah kebanggaan besar kembali ditorehkan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di panggung internasional. Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., tampil sebagai bagian dari delegasi Indonesia dalam ajang prestisius 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination yang digelar di Hilton Resort, Bali.
Forum yang diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Indonesia bersama Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) ini mempertemukan para menteri kesehatan, pakar global, hingga pemangku kebijakan dari seluruh kawasan Asia Pasifik. Di tengah gemerlap forum tersebut, nama Sumbawa Barat mencuat sebagai contoh sukses dalam perjuangan melawan malaria.
Sumbawa Barat Disorot Dunia: Nol Kasus Penularan Lokal
Kabupaten Sumbawa Barat mencatatkan prestasi luar biasa dalam tiga tahun terakhir: penurunan tajam angka malaria, dengan Positivity Rate di bawah 5%, API kurang dari 1 per 1000 penduduk, dan yang paling membanggakan tidak ada satu pun kasus penularan lokal (indogenus).
Atas pencapaian luar biasa tersebut, Bupati Amar Nurmansyah menerima langsung penghargaan Predikat Daerah Eliminasi Malaria dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
“Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen kesehatan – dari Puskesmas, RSUD Asy-Syifa’, hingga Dinas Kesehatan. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja dengan hati dan dedikasi tinggi,” ujar Bupati Amar dalam sambutannya.
Rumah Sakit Asy-Syifa’ Siap Terus Bergerak Maju
Direktur RSUD Asy-Syifa’, dr. Carlof, M.MRS., MQM, turut menyampaikan kebanggaannya. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi cerminan nyata dari transformasi layanan kesehatan di KSB.
“RSUD Asy-Syifa’ siap terus mendukung program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Kami perkuat edukasi masyarakat, tingkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan mantapkan sistem deteksi dini,” ungkap dr. Carlof.
Dihadiri Para Tokoh Dunia
Summit bergengsi ini juga dihadiri tokoh-tokoh kelas dunia seperti Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, serta Presiden ke-6 RI, Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus APLMA.
Pengakuan internasional ini menjadi tonggak penting bagi Sumbawa Barat untuk melangkah lebih jauh dalam membangun daerah yang sehat dan tangguh.
Sumbawa Barat: Menuju Daerah Sehat, Bebas Malaria
Dengan penghargaan ini, Sumbawa Barat tak hanya menjadi inspirasi nasional, tetapi juga simbol harapan bagi Asia Pasifik dalam misi besar eliminasi malaria. RSUD Asy-Syifa’ pun menegaskan komitmennya: Terus Hadir untuk Masyarakat, Menuju Sumbawa Barat Baik Luar Biasa. (Red)












