Bali, Suarajuang|Prestasi membanggakan ditorehkan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di panggung internasional. Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si, terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination, yang berlangsung Selasa (17/6) di Hilton Resort Bali. Kehadiran H. Amar tak hanya mewakili daerah, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan KSB dalam menekan angka malaria hingga titik terendah.
Ajang bergengsi yang dihadiri para Menteri Kesehatan, pakar, dan pemangku kepentingan dari 21 negara Asia Pasifik, termasuk Director General WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, ini menjadi momentum strategis memperkuat komitmen bersama mencapai eliminasi malaria pada 2030.
Indonesia, sebagai tuan rumah, melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Malaria bukan sekadar persoalan kesehatan. Ini adalah isu pembangunan yang butuh kerja bersama. Karena itu kita luncurkan Indonesia’s Call to End Malaria Initiative, untuk menggerakkan seluruh elemen bangsa,” tegas Budi dalam pidato pembukaan.
Kehadiran Bupati Amar di forum internasional ini bukan tanpa alasan. Kabupaten Sumbawa Barat dinilai berhasil menurunkan positivity rate malaria menjadi di bawah 5 persen, API (Annual Parasite Incidence) kurang dari 1 per 1000 penduduk, serta zero indigenous case alias tidak ada penularan lokal dalam tiga tahun terakhir. Atas prestasi ini, Bupati Amar turut menerima Predikat Daerah Eliminasi Malaria, yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI.
“Saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan: tim Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan RSUD Asy Syifa. Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama, dan semoga bisa kita pertahankan untuk masa depan yang lebih sehat,” ujar Bupati Amar usai menerima penghargaan.
Sementara itu, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Special Advisor APLMA, menekankan pentingnya komitmen regional. “Dengan waktu yang hanya tersisa lima tahun untuk mencapai target eliminasi malaria 2030, KTT ini adalah ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi, berbagi inovasi, dan memperbarui janji kita,” tutur SBY.
Negara-negara anggota Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA), mulai dari Afghanistan, Bangladesh, China, India, hingga Vietnam, hadir untuk menyatukan langkah. Summit ini menegaskan bahwa eliminasi malaria bukan utopia, melainkan target nyata yang bisa dicapai lewat kerja kolektif.
Keberhasilan Sumbawa Barat kini menjadi inspirasi kawasan Asia Pasifik, menunjukkan bahwa daerah dengan segala keterbatasan sekalipun dapat menjadi garda terdepan dalam perang melawan malaria. (Red)












