Kejari Sumbawa Barat Gaungkan Budaya Antikorupsi: Ketua OSIS SMP Se-Kabupaten Sepakat Tolak Korupsi

Taliwang, Sumbawa Barat – Suarajuang|Upaya memberantas korupsi tidak cukup hanya menindak, tapi harus dimulai dengan menanamkan nilai kejujuran sejak dini. Semangat itulah yang diusung Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa Barat saat menggelar Kampanye Antikorupsi bertema “Menanamkan Budaya Antikorupsi Sejak Dini”, Selasa (17/6/2025).

Bertempat di Ruang Video Conference Lantai 1 Kantor Kejari Sumbawa Barat, kegiatan ini diikuti sekitar 56 peserta yang terdiri dari para Ketua OSIS dan guru pendamping dari 22 SMP Negeri se-Kabupaten Sumbawa Barat. Mereka datang dari berbagai penjuru wilayah, mulai dari Taliwang, Brang Rea, Brang Ene, Sekongkang, Seteluk, Jereweh, Maluk, Poto Tano hingga Tuananga.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Dr. Titin Herawati Utara, SH., MH. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya membangun karakter antikorupsi sejak masa sekolah.

Baca Juga:  HWM Center di Bawah H. W. Musyafirin Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kalimango

“Perilaku kecil seperti mencontek, mengambil hak orang lain, atau membenarkan kebiasaan tidak disiplin, adalah bibit-bibit korupsi yang harus dicegah. Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang jujur, berani, dan berintegritas,” ujar Dr. Titin penuh semangat.

Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta lebih dulu menandatangani komitmen antikorupsi, dipimpin langsung oleh Kepala Kejari. Penandatanganan ini menjadi simbol tekad para pelajar untuk menolak segala bentuk perilaku koruptif di sekolah maupun di lingkungan mereka.

Kemudian peserta diajak menyaksikan video edukasi budaya antikorupsi yang menampilkan contoh nyata sikap antikorupsi yang sederhana namun berdampak besar. Video ini memperlihatkan bagaimana nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian harus menjadi budaya sehari-hari.

Acara berlanjut dengan penyuluhan hukum yang dibawakan Kasi Intelijen Benny Utama, SH. dan Jaksa Fungsional Pahrum Taufik Dalemunthe, SH. Keduanya menjelaskan secara sederhana namun mengena mengenai apa itu korupsi, bagaimana korupsi bisa muncul dari perilaku kecil yang dianggap sepele, serta langkah konkret mencegahnya sejak dini.

Baca Juga:  Kunjungi Proyek Revitalisasi Pasar Tana Mira, Gubernur NTB Temukan Harga Cabai Melonjak

“Korupsi itu berawal dari hal kecil. Kalau anak-anak terbiasa jujur dan disiplin, itu sudah bagian dari antikorupsi,” ungkap Benny Utama.

Menariknya, Kejari membagikan stiker-stiker kreatif bertema antikorupsi. Stiker ini diharapkan dipajang di mading, buletin sekolah, maupun ruang kelas, agar pesan antikorupsi terus tertanam dan menyebar luas ke seluruh warga sekolah.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana peserta antusias mengungkapkan kegelisahan mereka tentang perilaku tidak jujur di sekolah dan menanyakan cara menegur teman atau lingkungan agar menjauhi perilaku koruptif.

Kampanye ini menjadi wujud nyata komitmen Kejari Sumbawa Barat membangun benteng moral pelajar sejak dini. Harapannya, para Ketua OSIS yang hadir menjadi motor penggerak budaya antikorupsi di sekolah masing-masing, sekaligus agen perubahan di lingkungannya.

Baca Juga:  Berlanjut ke Jalur Hukum, Kasie “D” Laporkan Camat Seteluk atas Dugaan Ancaman Senjata Tajam

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat dalam memperluas pendidikan hukum di kalangan pelajar, sejalan dengan program nasional pemberantasan korupsi berbasis pencegahan. (Red/Penkum Kejari SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.