Kunjungan Pangdam ke KSB, Bupati Usul Pembentukan Batalyon TNI

Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang|Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST, M.Si, menerima kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, S.H., M.H., di Pendopo Bupati Sumbawa Barat pada Minggu (31/5) sore.

Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Dandim 1628/Sumbawa Barat, Ketua DPRD Kaharuddin Umar, Wakapolres Sumbawa Barat, perwakilan Kejaksaan Negeri, tokoh agama, serta sejumlah pejabat daerah dan pimpinan OPD. Hadir pula tokoh masyarakat yang juga mantan Bupati dua periode, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MH.

Pangdam IX/Udayana didampingi oleh Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 162 PD IX/Udayana Ny. Endang Kadarwati, serta beberapa pejabat Kodam IX/Udayana lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati H. Amar Nurmansyah menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang kini berusia hampir 22 tahun memiliki posisi geografis yang strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumbawa. Ia juga menyoroti bahwa sekitar 70 persen wilayah KSB merupakan kawasan hutan, sementara sisanya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dan investasi.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Bupati juga mengusulkan agar dibentuk satuan batalyon di wilayah KSB, mengingat adanya objek vital nasional (Obvitnas) di daerah tersebut.

“Saya berharap kepada Pangdam agar batalyon bisa dibangun di KSB, karena ada objek vital nasional sehingga lebih mudah dikontrol,” ujar Bupati.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan TNI dalam menjaga stabilitas harga gabah petani di daerah, yang saat ini berada di angka Rp6.500 per kilogram.

“Sebagai bupati, saya acungi jempol. Dengan harga yang stabil, daya beli masyarakat bisa terjaga,” kata H. Amar.

Selain itu, Bupati memaparkan tentang keberhasilan program daerah seperti PDPGR (Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong) yang melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam mendorong semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

KSB, lanjut Bupati, juga dikenal sebagai wilayah yang heterogen secara etnis, terutama di Kecamatan Maluk yang menjadi kawasan Nusantara karena keberagaman penduduknya. Meski demikian, KSB tetap menjadi daerah dengan nol konflik horizontal.

“Ini semua berkat peran TNI dan Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan pentingnya menjaga objek vital nasional, termasuk keberadaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebagai miniatur kebhinekaan Indonesia.

“Keberadaan PT AMNT harus kita lindungi. Ini miniatur nasional yang menciptakan asimilasi dan persatuan,” ujar Pangdam.

Ia juga mengungkapkan dukungan TNI dalam menjaga ketahanan pangan di daerah, salah satunya melalui penyediaan gudang penyimpanan beras di setiap kodim, guna menjaga stabilitas harga gabah petani.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

“Saya instruksikan Dandim untuk mengawal petani mulai dari tanam hingga panen,” tegasnya.

Mayjen Piek menutup sambutannya dengan menyatakan kesiapan TNI untuk terus mendukung program pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta menciptakan suasana kondusif bersama Polri. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.