Taliwang, Sumbawa Barat-SuaraJuang |Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus berupaya menanggulangi dampak banjir yang melanda Kecamatan Taliwang pada 10-11 Februari 2025. Banjir yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan diperparah dengan angin puting beliung ini menyebabkan ribuan warga terdampak dan harus mengungsi. Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 7.556 kepala keluarga (KK) atau sekitar 77.911 jiwa mengalami dampak langsung dari bencana ini.
Asisten II Setda Sumbawa Barat, Suhadi, SP., M.Si, menyampaikan bahwa sejak hari pertama hingga hari kedua masa tanggap darurat bencana, pemerintah daerah langsung mengerahkan tim untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Fokus utama pada dua hari pertama adalah penyaluran makanan siap santap, berupa nasi bungkus yang diproduksi dari dapur umum yang didirikan di posko utama. Selain itu, tim juga menyiapkan mie rebus dengan telur bagi warga yang membutuhkan makanan tambahan di tengah kondisi darurat.

Distribusi Bantuan Berlanjut Meski Menghadapi Kendala
Setelah banjir mulai surut pada hari ketiga, strategi distribusi bantuan mengalami perubahan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan siap saji, tetapi juga sembako, seperti beras, dan perlengkapan untuk bayi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa warga terdampak bisa mulai kembali ke rumah mereka dengan persediaan makanan yang cukup.
Namun, Suhadi mengakui bahwa ada keterbatasan dalam jumlah makanan siap saji yang disalurkan, terutama di hari-hari awal. Hal ini bukan tanpa alasan, karena tim di lapangan harus menerapkan strategi pembagian yang adil agar semua warga terdampak mendapatkan bantuan yang merata.
“Kami memahami ada beberapa warga yang merasa jumlah bantuan kurang. Namun, ini adalah bagian dari strategi di lapangan agar seluruh korban mendapatkan bagian secara adil,” ujar Suhadi dalam keterangannya kepada wartawan media suarajuang.online, di Posko Utama penanggulangan banjir, kamis (13/02/2025).
Selain itu, tantangan lain yang dihadapi pemerintah daerah adalah keterbatasan stok bahan makanan dari penyuplai lokal. Suhadi menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan makanan siap saji, sembako dan perlengkapan bayi, pemerintah terpaksa melakukan pembelian logistik dari kabupaten tetangga guna memastikan distribusi bantuan tetap berjalan lancar. Meskipun demikian, dari sisi anggaran, pemerintah daerah telah menyediakan dana yang cukup untuk mendukung operasi tanggap darurat ini.
“Kami pastikan pemerintah daerah siap secara anggaran untuk membantu masyarakat terdampak. Saat ini, logistik tambahan terus berdatangan untuk memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi,” tambahnya.
Imbauan Bagi Warga dan Kendala di Lapangan
Saat ini, pemerintah terus mendistribusikan bantuan ke berbagai titik pengungsian dan permukiman warga yang terdampak. Suhadi menghimbau kepada masyarakat yang merasa masih kekurangan bantuan untuk segera melapor ke posko utama di kantor BPBD Kabupaten Sumbawa Barat atau pos-pos yang telah disiapkan di kantor kelurahan dan desa.
“Kami menyadari bahwa keterbatasan personel di kelurahan dan desa membuat pendataan belum sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengimbau warga yang belum mendapatkan bantuan untuk segera melapor agar bisa segera ditindaklanjuti,” kata Suhadi.
Suhadi juga menegaskan bahwa setiap warga terdampak akan mendapatkan bantuan paket makanan siap saji dan sembako selama tujuh hari masa tanggap darurat. Setiap orang berhak mendapatkan beras 250 gram per hari, yang akan terus disalurkan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan logistik yang masuk.

Dukungan Relawan dan Harapan Pemulihan Pasca-Bencana
Dalam proses penanggulangan bencana ini, berbagai elemen masyarakat, termasuk relawan turut berperan aktif dalam membantu distribusi bantuan untuk mendukung pemulihan kondisi warga terdampak.
Pemerintah daerah berharap bahwa dengan semakin lancarnya distribusi bantuan, masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari. “Kami akan terus berusaha agar proses pemulihan ini berjalan cepat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling membantu dalam menghadapi dampak bencana ini,” pungkas Suhadi.
Sementara itu, pemerintah juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sumbawa Barat. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait akan terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut dari bencana ini. (Redaksi/Diskominfo)












