Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang|Bencana angin puting beliung melanda Desa Moteng, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Minggu (9/2/2025) siang. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, menumbangkan pohon, serta merobohkan beberapa tiang listrik, sehingga mengakibatkan pemadaman listrik di beberapa wilayah.
Menurut laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa Barat, dampak bencana ini cukup signifikan. Sejumlah atap rumah beterbangan, beberapa rumah mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon tumbang, dan akses jalan sempat terhambat oleh puing-puing serta ranting pohon yang berserakan. Selain itu, robohnya tiang listrik menyebabkan jaringan listrik terputus di beberapa titik, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa Barat, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Amrullah, S.Ap, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengerahkan tim untuk mendata kerusakan dan membantu warga terdampak.
“Tim kami sudah turun ke lokasi sejak siang tadi untuk melakukan pendataan dan membantu warga yang terdampak. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan segera tersalurkan,” ujar Amrullah.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu warga membersihkan puing-puing bangunan, mengevakuasi pohon yang tumbang, serta melakukan perbaikan darurat pada rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat. Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pemulihan aliran listrik yang terganggu akibat robohnya beberapa tiang listrik.
Kesaksian Warga: Panik Saat Angin Datang Tiba-Tiba
Bencana ini terjadi secara tiba-tiba, membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan diri. Salah satu warga, Siti (47), mengungkapkan bahwa angin datang dengan suara gemuruh yang menakutkan.
“Saya sedang di dalam rumah ketika tiba-tiba terdengar suara angin yang sangat kencang. Tidak lama kemudian, atap rumah mulai terangkat dan beterbangan. Pohon besar di depan rumah juga tumbang dan menimpa bagian dapur rumah tetangga saya. Kami semua hanya bisa berdoa agar tidak ada korban jiwa,” kata Siti.
Sementara itu, Rahman (45), warga lainnya, mengatakan bahwa angin puting beliung ini berlangsung cukup singkat, namun dampaknya sangat merusak.
“Kurang dari 10 menit, angin sudah mengobrak-abrik rumah-rumah di sini. Banyak warga yang langsung keluar rumah dan mencari tempat berlindung karena takut rumah mereka roboh,” ujarnya.
Pemerintah Siapkan Bantuan dan Imbau Warga Tetap Waspada
Hingga saat ini, BPBD bersama pemerintah daerah dan relawan masih terus melakukan pendataan terhadap jumlah rumah yang rusak serta kerugian yang ditimbulkan akibat bencana ini. Selain itu, tim gabungan juga tengah menyalurkan bantuan berupa makanan, air bersih, serta perlengkapan darurat bagi warga yang terdampak.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Mengingat wilayah Sumbawa Barat sedang memasuki musim hujan, potensi bencana seperti angin puting beliung, tanah longsor, dan banjir masih perlu diwaspadai.
Pemerintah daerah juga meminta warga yang mengalami kerusakan rumah untuk segera melaporkan kondisi mereka kepada pihak berwenang agar bisa mendapatkan bantuan secepatnya. (Redaksi)












