Bima, NTB – Suarajuang.online – Warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sebelumnya mengungsi di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan segera dikembalikan ke tempat tinggal masing-masing. Mereka mengungsi akibat kerusuhan yang dipicu oleh dugaan kasus pelecehan di Pasar Tente.
Camat Woha Irfan H M Nor S.Sos., dalam keterangannya menyampaikan “Insyaallah, sedang dilakukan pemantapan teknis agar warga Sumba bisa kembali ke tempat tinggalnya masing-masing,” ujar Camat Woha, Irfan, Sabtu (18/1/2025).
Irfan menjelaskan bahwa proses pemulangan akan diawali dengan penandatanganan surat pernyataan damai antara warga Sumba dan warga Desa Nisa, Kecamatan Woha. “Mudah-mudahan proses ini selesai malam ini, sehingga saudara-saudara kita warga Sumba bisa kembali beraktivitas normal, termasuk di Pasar Tente,” tambahnya.
sebelumnya melansir pada laman media online detik.com Kepala Dinsos Kabupaten Bima, Tajuddin, menegaskan bahwa warga Sumba yang mengungsi tidak akan dipulangkan ke kampung halaman mereka di NTT. “Kami menghindari asumsi bahwa Pemkab Bima tidak mampu menangani permasalahan ini,” jelas Tajuddin.
Tajuddin mengungkapkan, berdasarkan kesepakatan dalam pertemuan di Kantor Camat Woha yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan warga Sumba, Camat, Kapolsek, Danramil, dan BPBD, warga Sumba akan dikembalikan ke kos masing-masing, bukan ke daerah asal.
Kesepakatan lain yang dihasilkan adalah larangan bagi warga Sumba untuk tinggal di dalam area Pasar Tente. Sebagai gantinya, Pemkab Bima telah menyiapkan kamar kos khusus yang lokasinya dekat dengan pasar tersebut.
“Pemkab Bima akan memastikan lokasi kos tersebut nyaman dan tidak jauh dari Pasar Tente, sehingga mereka tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi seperti biasa,” kata Tajuddin.
Selain itu, warga Sumba juga didorong untuk segera mengurus dokumen kependudukan, seperti KTP, guna mempermudah urusan administrasi di kemudian hari. “Kami harapkan yang belum memiliki KTP segera mengurusnya agar tidak ada kendala dalam proses administrasi ke depan,” tambah Tajuddin.
Dengan langkah ini, diharapkan konflik antara warga Sumba dan warga setempat dapat selesai secara damai, dan kehidupan di Pasar Tente dapat kembali normal. (Sumber detik.com)












