Sumbawa Barat, NTB-Suarajuang | Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W.Musyafirin, MM., membuka acara Jambore Agen Gotong Royong (AGR) se-Kabupaten Sumbawa Barat yang bertempat di Gedung Hanipati Selasa (17/09).
Jambore yang diikuti oleh ratusan agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) tersebut dihadiri oleh Bupati didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Kaharuddin Umar, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah,ST.,M.Si, Ketua TP.PKK Kabupaten Sumbawa Barat Hj.Hanipa Musyafirin,S.Pt.,M.M.Inov.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Drs.Tajuddin, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari yaitu dari tanggal 17 hingga 18 September yang didalamnya terdapat berbagai macam materi dalam rangka meningkatkan kapsitas para Agen Gotong Royong dalam melaksanakan tugasnya dilapangan.
Pola pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode in class dan out class dimana para Agen, disamping menerima materi di dalam ruangan juga menerima materi di lapangan. Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menyampaikan beberapa persoalan yang terjadi terkait dengan keberadaan AGR.
“Masih terdapat permasalahan terkait AGR yaitu kurangnya kemampuan konsolidasi dalam menjalankan program di lapangan, sering terjadi pergantian AGR, dan kondisi tersebut menggambarkan sampai sejaumana para AGR tersebut mengeti akan Tugas dan Fungsinya”, ungkap Drs.Tajuddin
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat dalam Sambutannya menyampaikan bahwa Kedepan para AGR akan menghadapi tugas yang sangat berat, dalam menjalankan tugas memenuhi hak hak dasar masyarakat. Sebagai bentuk perhatian bersama, Bupati menerangkan tentang Indeks Pembangunan Keluarga (IPK) NTB, dimana Propinsi NTB berada pada urutan 33. Ini benar – benar membuat kita tidak bangga.

“Sudah 79 tahun kita merdeka, Buang Air Besar Sembarang (BABS) belum tuntas, sanitasi masih jadi masalah, persoalan ibu hamil, kemiskinan ekstrim, dan stunting itu yang membuat IPK NTB rendah”, ungkap rasa keprihatinan Bupati H.W.Musyafirin.
Bupati juga menyampaikan terkait dengan Indek Pembangunan Keluarga (IPK) Kabupaten Sumbawa Barat. Ketika diumumkan IPK tingkat Kabupaten, secara Nasional dari 514 Kabupaten/Kota, KSB mendapat peringkat ke tiga, dan itulah alasan akhirnya saya mendapatkan 2 lencana sekaligus yaitu Satya Lencana Wirakarya dan Ibangga Award”. terang bupati.
Bupati menerangkan bahwa untuk mewujudkan semua itu, yaitu dengan menggunakan instrument Gotong Royong. ”Gotong Royong selain menjadi instrumen dalam pembangunan juga menjadi nilai untuk pencapaian tujuan. Dan alhamdulillah sebagian sudah kita capai. Salah satu keunikan yang ada di KSB yaitu kita memiliki Agen Gotong Royong (AGR) yang menjadi garda terdepan disetiap ruang pembangunan”.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berharap sistem Gotong Royong ini agar dapat diterapkan di NTB. Ada harapan dari kita agar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat disatukan di posyandu. Semua masyarakat NTB dari janin sampai lansia kita tangani.
“IPM NTB terpuruk salah satunya karena Pendidikan, Kesehatan, Daya beli yang masih kurang. Melalui wadah posyandu keluarga yang di isi oleh Agen Gotong Royong dan Kader Posyandu dan semua stakelhoder terkait bekerjasama dengan Babinsa dalam memenuhi hak hak dasar akan bisa kita wudjudkan di seluruh NTB”, tutup Bupati (Adv/red)












