Pemkab Sumbawa Barat terima Sertifikat Bebas Frambusia Dari Menteri Kesehatan RI

Sumbawa Barat, SuaraJuang – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si hadir atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam acara Peringatan Hari NTDS (Neglected Tropical Diseases) sedunia tahun 2024. yang digelar di Puri Agung Convention Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (06/3).

Pemkab Sumbawa Barat menerima sertifikat bebas Frambusia dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Seperti diketahui bersama bahwa, Frambusia dikenal sebagai penyakit Pian atau penyakit bejel, adalah infeksi bakteri kronis yang disebabkan oleh Treponema pallidum subsp. pertenue. Penyakit ini umumnya ditemukan di daerah-daerah dengan sanitasi yang buruk dan akses terbatas terhadap perawatan kesehatan. Frambusia dapat menyebabkan luka kulit yang menyakitkan, kerusakan tulang, dan komplikasi lainnya jika tidak diobati.

Atas penyerahan sertifikat penghargaan sebagai kabupaten bebas frambusia oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si menyampaikan.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

“Setelah dilakukan surveilan dan asessmen oleh tim dari kemenkes RI yang menunjukkan tidak ditemukan adanya kasus baru Frambusia di Kabupaten Sumbawa Barat, serta telah dilakukan kegiatan kewaspadaan dini dan respon kasus baru Frambusia. Alhamdulillah sekarang Kabupaten Sumbawa Barat telah dinyatakan bebas dari Frambusia. Kepada Pimpinan OPD, khususnya Dinas Kesehatan dan Puskesmas tolong pertahankan status ini, jangan sampai muncul kasus baru Frambusia,’’ Harap Amar Nurmansyah seperti yang disampaikan Kepada Media.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunardi Sadikin bersama jajaran Kementerian, dan 102 Kabupaten Kota yang berhasil meraih Sertifikat Bebas Frambusia atau Certification Eliminasi Filariasis.

Dalam kesempatan menyampaikan laporannya, Dr Maria Endang Sumiwi M. PH selaku Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa kegiatan tersebut mengambil tema Nasional yaitu Bersatu dan Beraksi Wujudkan Indonesia bebas penyakit tropis terabaikan.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Disampaikannya bahwa rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan komitmen Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait, bersatu mewujudkan eliminasi hingga Indonesia bebas dari penyakit tropis terabaikan terutama Kusta, Frambusia, Filariasis, stistomiasis, cacingan,dan penyakit NTD lainnya. Penyakit tropis terabaikan merupakan penyakit tua yang berhubungan dengan kesejahteraan dan ekonomiekonomi, terutama terjadi di daerah tropis maupun sub tropis serta masih menjangkiti sekitar 1 juta penduduk kita. Di Indonesia terdapat 8 dari 21 jenis penyakit tropis terabaikan diantaranya Kusta, Frambusia, Filariasis, Kecacingan, dan Skistomiasis.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menyebutkan bahwa “Untuk menghindari penyakit tropis terabaikan adalah dengan cara menjaga lingkungan yang sehat, misalnya rajin cuci tangan, jangan buang air besar sembarangan, makan cuci tangan, jalan pakai sandal terutama anak anak, genangan air dibersihkan agar nyamuk tidak ada dan penyakit tersebut ada obatnya, seharusnya jika kita bagikan obatnya, puskesmasnya rajin datangi target baik anak anak maupun dewasa, penyakit ini bisa kita turunkan”, ungkapnya. (Red)

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.