SuaraJuang, Sumbawa Barat – Puluhan karyawan kebersihan Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Kabupaten Sumbawa Barat bersama warga setempat, melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan beberapa titik drainase lingkungan yang tertimbun material tanah sehingga ikut menghambat saluran air saat musim hujan di desa poto tano kecamatan poto tano kabupaten sumbawa barat, pada hari jum’at (10/11).
Pengerukan drainase tersebut dilakukan lantaran sudah memasuki musim penghujan dan terjadinya penumpukan sedimentasi yang terdiri dari tanah, sampah plastik hingga potongan kayu. ““Hari ini kami bersama beberapa staf bergotong royong untuk ikut terlibat langsung membersihkan tumpukan material pasir, tanah, sampah plastik termasuk sampah berupa potongan kayu yang menutup drainase. Titik pertama yang kita kerjakan di daerah Lingkungan depan gedung SDN Poto Tano yang nantinya berlanjut ke beberapa titik lainnya, disamping itu akibat dari saluran drainase mampet, sampah yang bercampur air menimbulkan bau menyengat,” ungkap Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sumbawa Barat, Ir. H. M.Alimin, MM. kepada Media belum lama ini.
Dengan gotong royong yang di laksanakan ini, kita normalkan kembali fungsi drainase agar lingkungan tetap sehat dan bebas dari bayang-bayang penyebaran penyakit. “Kita upayakan dalam dua sampai tiga hari kedepan, pekerjaan ini selesai,” bebernya.
Sebagaimana diketahui, Poto Tano merupakan satu diantara desa/kelurahan kumuh di Sumbawa Barat. Ada banyak pekerjaan yang menjadi attensi pemerintah. Disekitar pemukiman warga, tutur Marwoto kerap terjadi genangan air yang disebabkan oleh air laut yang pasang dan air hujan. Air laut yang masuk ke pemukiman warga itu tidak bisa keluar karena elevasinya rendah.
Ketika air laut pasang, terdapat 66 unit rumah terdampak. Menyikapi hal tersebut, Dinas Perkim memberikan solusi dengan menyediakan tanah. Nanti, pemilik rumah dan warga setempat melakukan urugan pemerataan tanah. (Red)












