SuaraJuang, Sumbawa Barat – Sebelum meninggal dunia, kedua bocah bersama empat orang rekannya diketahui bermain di sungai Kelurahan Bugis Taliwang tanpa adanya pengawasan dari orang tua/keluarga. Minggu (5/11)
Diketahui korban RB (11) dan KA (11) bersama beberapa orang rekan rekannya mandi di sungai yang berlokasi di belakang SD Negeri 2 Taliwang, kemudian tidak lama berselang rekan korban melaporkan kepada warga bahwa kedua korban terseret arus sejauh 20 Meter.
Pihak Polsek Taliwang dan BPBD Kabupaten Sumbawa Barat setelah mendapatkan informasi kejadian dari warga, langsung terjun ke lokasi dan segera melakukan proses pencarian terhadap kedua korban bocah yang tenggelam.
Hanya 15 menit dilakukan proses pencarian, tepatnya pukul 13.45 Wita Korban pertama berhasil diketemukan dalam kondisi tidak sadar, kemudian langsung dilakukan proses penanganan medis ke Rumah Sakit Asy Syifa dan berselang 15 menit dari penemuan korban tenggelam pertama, tepatnya pada pukul 14.00 Wita, korban tenggelam kedua berhasil ditemukan, kemudian selanjutnya segera dilakukan proses penanganan medis.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat, Abdul Hamid, S.Pd., melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Amrullah, S.Ap. saat dilakukan dikonfirmasi via seluler oleh media suarajuang menyampaikan,

“Kedua korban bersama empat rekannya yang tewas tenggelam di sungai tepatnya di belakang SD 2 Taliwang berdasarkan informasi kami terima dari masyarakat yang berada di lokasi pada pukul 12.00 Wita”. ungkapnya.
Kedua korban tenggelam langsung dibawah ke RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, untuk mendapatkan penanganan medis.
“Upaya penanganan medis yang dilakukan, termasuk pompa jantung selama 10 menit, tidak membuahkan hasil. Pukul 14.25 Wita, kedua korban dinyatakan meninggal oleh pihak Rumah Sakit,” jelasnya.
Kedua korban kemudian dipulangkan kepada keluarga untuk dikebumikan, dengan menggunakan mobil ambulance.
Terhadap peristiwa ini, dia berharap agar orang tua meningkatkan pengawasan. ’’Orang tua kami imbau untuk tetap menjaga anak-anak mereka. Jangan biarkan anak bermain di tempat yang bisa membahayakan,’’ imbaunya. (Red).












