Eddy Chandra: Tujuan UKW Menggiring Wartawan Menuju Profesional Bukan Persaingan

SuaraJuang, Sumbawa Barat | Eddy Chandra, wartawan senior dengan pengalaman luas, menggarisbawahi bahwa Uji Kompetensi Wartawan (UKW) memiliki tujuan utama sebagai bentuk pengakuan dari Dewan Pers terhadap wartawan yang telah memenuhi standar profesionalisme tertentu.

Namun, ia menekankan bahwa UKW tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya penanda atau jaminan mutlak mengenai profesionalisme seseorang dalam dunia jurnalistik.

“Fokus utama dari UKW adalah untuk membantu membentuk citra positif profesi jurnalistik dan meningkatkan kualitas liputan berita,” kata Eddy sapaan akrab Ketua Gabungan Jurnalis Investigasi (GJI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu. Selasa (15/08/2023).

UKW berperan sebagai legalitas yang mengakui kemampuan dasar seorang wartawan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis yang diukur melalui uji kompetensi, tetapi juga melibatkan etika, integritas, dan kemampuan berpikir kritis.

Baca Juga:  Kunjungi Proyek Revitalisasi Pasar Tana Mira, Gubernur NTB Temukan Harga Cabai Melonjak

“Saya rasa bahwa pandangan yang menyatakan UKW sebagai satu-satunya faktor yang membedakan wartawan profesional dan non-profesional merupakan pemahaman yang terlalu sempit,” tegasnya Eddy yang juga CEO Media Bidikan Kamera.

Ia menegaskan bahwa profesionalisme sebuah individu lebih kompleks daripada sekadar memiliki sertifikasi tertentu. Penting untuk mengakui bahwa terdapat faktor-faktor lain, seperti dedikasi, pengalaman lapangan, dan komitmen terhadap prinsip-prinsip etika, yang juga memengaruhi sejauh mana seseorang dapat dianggap sebagai wartawan yang profesional.

Eddy berpendapat bahwa UKW tetap memiliki nilai penting dalam membangun fondasi profesi jurnalistik yang kuat, tetapi hal itu hanya merupakan salah satu komponen dari banyak aspek yang membentuk integritas dan profesionalisme seorang wartawan.

Baca Juga:  HWM Center di Bawah H. W. Musyafirin Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kalimango

“Dalam mengukur kemampuan seorang wartawan, perlu mempertimbangkan keseluruhan konteks dan karakteristik yang melibatkan aspek teknis, moral, dan intelektual,” jelasnya

Paling penting bagi seorang wartawan itu adalah mempelajari dan mencerna UU Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik serta 5W 1H.

Disamping itu memiliki wawasan luas, kecerdasan dan kreatif dalam bekerja, 1.) Apa itu wartawan 2.) Siapa yang menjadi wartawan, 3.) Mengapa harus ada wartawan, 4.) Kapan terbentuk wartawan, 5.) Dimana wartawan itu bertugas, 6.) Bagaimana cara kerja wartawan.

 

” Intinya, semua wartawan itu sama baik itu online atau pun lokal, baik dia itu sudah memegang sertifikasi UKW atau belum,yang penting untuk menjadi wartawan profesional adalah mampu menjaga UU Pers dan mengedepankan etika dalam mencari pemberitaan atau menghadapi publik ” pungkas edi (Red)

Baca Juga:  SiLPA Rp1,14 Triliun, Santri Yusmulyadi: “Didominasi Kelebihan Pendapatan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.