(Forum Yasinan) Polemik Proyek Bendung; Bupati ‘Masyarakat Lamunga Begitu Spesial Di Hati Kami’.

Sesi Dialog Bupati Sumbaw Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM dengan Peserta Forum Yasinan

SuaraJuang, Sumbawa Barat l Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menanggapi persoalan masih banyaknya warga yang menolak lokasi pembangunan proyek Bendungan Lang Desa di Dusun Lamunga Desa Batu Putih Kecamatan Taliwang dalam kegiatan Forum Yasinan pada malam jum’at (Kamis, 27/07/23).

Dalam tanggapan nya bupati menyampaikan ucapan terima kasih atas berbagai aspirasi yang datang dari masyarakat lamunga dan pemerintah daerah memastikan tetap membuka dialog yang seluas-luasnya terkait kesepakatan letak lokasi proyek pembangunan bendungan lamunga dimaksud.

Bupati mengatakan bahwa pembangunan bendungan ‘lang desa’ dusun lamunga merupakan proyek strategis daerah dimana setiap proses tahapannya diawasi dan di damping langsung oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

“Saya ingin menyampaikan bahwa dari semenjak awal, keinginan pemerintah daerah ingin merehabilitasi dan membangun kembali bendungan ‘lang desa’ seperti semula, tapi ahli mengatakan tidak bisa. Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran yang besar, studi kelayakan/Feasibility Study (FS) juga telah dilaksanakan dan bahkan sudah dilakukan studi kelayakan ulang oleh pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) namun bendung ‘lang desa’ lamunga tidak dapat dimungkinkan untuk di bangun ulang karena pada area bendung lama tersebut terdapat rongga yang begitu besar, jika bendung lang desa dipaksakan di bangun kembali maka akan terjadi longsor”. Tegas bupati.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

BACA JUGA

Masih pada konteks yang sama bupati menyampaikan bahwa dalam penganggaran, tim tekhnis memindahkan lokasi pembangunan bendung sedikit naik ke wilayah hulu.

“Pembangunan bendung lamunga di dalam penganggaran (APBD) dilakukan intervensi menaikkan titik lokasi nya naik keatas, ini dimaksudkan untuk membangun baru bendung lamunga dan tidak dilakukan perbaikan bendung lama (eksisting) karena pada lokasi pertama sudah pernah terjadi bencana”. Terang bupati.

Dalam kesempatan ini pula H.W.Musyafirin menceritakan antara dirinya dengan masyarakat lamunga memiliki hubungan yang spesial, apa pun aspirasi datang dari masyarakat lamunga pasti langsung kami realisasikan.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM.

“Apa pun aspirasi masyarakat lamunga yang disampaikan kepada kami tidak pernah akan jatuh ke tanah, pasti langsung kami follow up dan realisasikan. Misalkan saat itu aspirasi masyarakat lamunga yang meminta dilakukan pemekaran desa, kami langsung lakukan pemekaran desa nya. Kedua ketika terjadinya bencana, masyarakat lamunga meminta meluruskan daerah aliran sungai, saat itu pula langsung kami anggarkan dan kerjakan. Begitu spesial nya desa lamunga bagi kami, begitu terjadinya bencana yang menyebabkan kerusakan bendung lang desa, langsung kami anggarkan”. Cerita H.W.Musyafirin yang disambut dengan tepuk tangan peserta forum yasinan.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Bupati menambahkan bahwa seluruh proses tahapan pembangunan bendung lamunga sudah dilakukan baik dari sisi proses penganggaran, studi kelayakan dan sosialisasi yang melibatkan semua pihak.

“Walaupun sekarang terdapat sedikit perbedaan pemahaman, pemerintah daerah tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan yang terbaik bagi warga lamunga dalam pembangunan bendung lamunga ini, tidak ada maksud lain namun ini dilakukan semata mata agar ini bisa aman untuk menghindari potensi potensi yang dapat menyebabkan kerusakan pada bendungan yang akan dibangun nantinya, misalkan di areal bendungan terdapat potensi terjadinya pusaran air tentu dipastikan faktor ini dapat menyebabkan rusak nya bendungan maka faktor ini yang harus dihindari. Hal ini  merupakan solusi terbaik bagi bendung lamunga ke depan agar aman dan dapat bertahan lama. Meskipun saya selaku bupati, tidak dapat melakukan intervensi terkait rencana lokasi pembangunan bendungan lamunga karena kami dihadapkan pada pertimbangan tekhnis dan disiplin keilmuan yang ada”. Ungkap bupati.

Di sesi akhir bupati menyampaikan sangat memahami aspirasi dari masyarakat lamunga, oleh karena nya bupati mengajak untuk menunggu hasil kajian ulang dari tim propinsi.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat lamunga agar menunggu kajian dari tim tekhnis propinsi sebagai pihak yang netral, mudah mudahan apa pun alternatif dan rekomendasi letak lokasi pembangunan bendung lamunga hasil kajian mereka nanti? kami pasti akan ikuti dan tidak akan intervensi. Jika nantinya letak lokasi pembangunan bendung ini berubah? Tentu akan dilakukan perencanaan ulang karena jika luas lokasinya berubah maka nilai anggaran juga ikut berubah. Oleh karena itu dalam setiap tahapan proses proyek pembangunan bendung lamung ini kami libatkan APH agar semua pihak aman dan selamat. Pelaksana nya aman, PPK, Kadis, Pengguna Anggaran dan PPTK nya”. pinta bupati. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.