Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang|Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Jereweh, Maluk, dan Sekongkang menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan di masing-masing lokasi objek wisata pantai di wilayahnya, hari jum’at (13/02/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan para guru, pengurus PGRI cabang, serta partisipasi masyarakat sekitar. Aksi sosial difokuskan pada pembersihan sampah plastik, ranting, dan berbagai limbah yang mencemari kawasan pesisir, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman menjelang bulan penuh berkah.
Dengan semangat gotong royong, para peserta menyusuri garis pantai, memungut sampah satu per satu, dan mengumpulkannya pada titik yang telah ditentukan. Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Ketua PGRI Kabupaten Sumbawa Barat, Abdul Muis, S.Pd., M.M.Inov, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian insan pendidikan terhadap kelestarian lingkungan sekaligus ungkapan rasa syukur dalam menyambut Ramadhan.
“Kegiatan bersih-bersih ini bukan sekadar aksi seremonial, tetapi bagian dari komitmen PGRI untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada masyarakat dan generasi muda. Guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga harus memberi teladan nyata dalam kehidupan sosial,” ujar Abdul Muis.
Ia menegaskan, menyambut Ramadhan tidak cukup hanya dengan persiapan ibadah secara personal, namun juga dengan memperbaiki dan menjaga lingkungan sekitar.
“Ramadhan adalah bulan penyucian. Maka sudah sepatutnya kita menyambutnya dengan lingkungan yang bersih dan hati yang bersih. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, khususnya kawasan wisata pantai yang menjadi kebanggaan daerah,” tambahnya.
Menurutnya, pantai-pantai di wilayah Jereweh, Maluk, dan Sekongkang merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama. Kebersihan kawasan wisata tidak hanya mencerminkan keindahan alam, tetapi juga karakter dan kesadaran masyarakat dalam merawat anugerah Tuhan.
PGRI Kabupaten Sumbawa Barat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan, tetapi menjadi budaya kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui aksi ini, PGRI kembali menegaskan bahwa peran guru tidak berhenti di ruang kelas. Guru adalah agen perubahan sosial, penggerak kepedulian, dan teladan dalam membangun masyarakat yang sadar lingkungan, berkarakter, dan berakhlak mulia. (Red)












