Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang l Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka dan partisipatif. Tahun 2024 KSB sukses mempertahankan predikat sebagai daerah dengan keterbukaan informasi publik (KIP) terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebuah capaian yang bukan hanya membanggakan, tapi juga menjadi cerminan dari kerja kolaboratif dan konsistensi dalam menghadirkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel hingga ke tingkat desa.
Sebagai bentuk tindak lanjut atas capaian tersebut, serta upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan informasi publik, Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) KSB menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Desa. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 10 Juli 2025, di Aula Diskominfo KSB.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di dalamnya terjalin percakapan dan pemahaman mendalam tentang pentingnya keterbukaan informasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menjamin hak warga untuk mendapatkan akses atas informasi yang relevan dan akurat.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua KI NTB, Asraruddin, S.A.P., bersama jajaran, serta Kepala Diskominfo KSB, Ir. Abdul Muis, M.M., yang didampingi oleh jajaran stafnya. Perwakilan PPID dari beberapa desa, seperti Desa Senayan, Tapir, dan Air Suning, juga hadir dan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran bersama ini.
Desa sebagai Ujung Tombak Transparansi
Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo KSB, Abdul Muis, menekankan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau kabupaten, melainkan juga harus menjadi budaya kerja di tingkat desa. Menurutnya, desa adalah garda terdepan dalam pelayanan publik, dan karena itulah desa harus diperlengkapi dengan pemahaman serta keterampilan yang memadai dalam mengelola dan menyampaikan informasi publik kepada masyarakat.
“Pemerintah KSB melalui Diskominfo secara konsisten membina desa-desa agar memahami dan menerapkan prinsip-prinsip KIP, serta terus mendorong inovasi digital yang mendukung pelayanan publik berbasis data dan informasi,” ungkapnya.
Abdul Muis menyoroti pentingnya peran teknologi dalam mempercepat proses keterbukaan informasi. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik menjadi kunci dalam mempermudah akses informasi, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan yang sebelumnya sering kali terpinggirkan dari arus informasi utama.
Inovasi Kolaboratif: Desa Cantik dan Forum Yasinan
Lebih lanjut, Abdul Muis memaparkan sejumlah langkah inovatif yang tengah dilakukan Diskominfo KSB. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam program Desa Cantik (Cinta Statistik). Program ini bertujuan menghadirkan data dan informasi desa dalam bentuk yang lebih visual, sederhana, dan mudah dipahami, baik oleh masyarakat maupun pengambil kebijakan.
Tak hanya itu, Diskominfo juga mengembangkan sinergi antara program unggulan daerah, yaitu Forum Yasinan, dengan platform pengaduan nasional SP4N-Lapor. Melalui kolaborasi ini, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam Forum Yasinan kini bisa langsung ditindaklanjuti secara digital, cepat, dan terekam dalam sistem nasional.
“Kami ingin seluruh aspirasi masyarakat, baik yang disampaikan secara lisan di forum-forum kultural maupun melalui platform daring, bisa langsung diterima dan diproses dengan baik. Dengan cara ini, kami menjaga semangat keterbukaan sekaligus efektivitas dalam merespons suara publik,” jelas Muis.
KI NTB Apresiasi Komitmen dan Konsistensi KSB
Wakil Ketua KI NTB, Asraruddin, memberikan apresiasi tinggi kepada KSB atas keberhasilan mempertahankan posisi sebagai daerah paling informatif di NTB. Ia menekankan bahwa penilaian KIP dilakukan secara ketat dan berlandaskan standar nasional yang ditetapkan oleh undang-undang. Karena itu, capaian KSB bukan sekadar simbol administratif, melainkan bukti nyata dari dedikasi terhadap keterbukaan informasi publik.
“Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi yang solid antara pimpinan daerah, Diskominfo, dan perangkat desa. Banyak daerah mengklaim menjalankan KIP, tetapi belum tentu memenuhi standar nasional. KSB mampu menjawab tantangan itu dengan nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asraruddin menyebut Desa Beru di Kecamatan Brang Rea sebagai salah satu contoh sukses keterbukaan informasi di tingkat desa. Desa ini bahkan berhasil meraih juara pertama dalam ajang KIP tingkat nasional tahun 2024, dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di NTB.
“Inovasi seperti integrasi Forum Yasinan dengan SP4N-Lapor adalah bentuk kreativitas lokal yang substansial dan sesuai dengan semangat KIP nasional. Ini membuktikan bahwa praktik keterbukaan informasi bisa dikembangkan sesuai konteks budaya dan kebutuhan daerah,” ungkap Asraruddin.
Skor Sempurna, Semangat Tak Pernah Redup
Kabupaten Sumbawa Barat berhasil meraih skor sempurna, yakni 100 poin dalam penilaian KIP tahun 2024. Capaian ini menempatkan KSB dalam kategori “informatif”, status tertinggi dalam klasifikasi daerah menurut Komisi Informasi. Ini bukan kali pertama KSB meraih capaian tersebut, tetapi keberhasilannya untuk mempertahankan posisi itu justru menjadi catatan penting: bahwa keterbukaan informasi bukan hanya bisa dicapai, tetapi juga dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Dengan prestasi ini, KSB kembali menjadi model percontohan bagi daerah lain di NTB, bahkan secara nasional, dalam hal tata kelola informasi publik yang terbuka, tanggap, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menutup kegiatan, Abdul Muis menegaskan bahwa keterbukaan informasi akan terus menjadi prioritas dalam pelayanan publik KSB.
“Tentu hal-hal yang menyangkut keterbukaan informasi terus akan kami tingkatkan. Dan berbagai inovasi untuk menjangkau keterbukaan informasi secara menyeluruh merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan secara baik,” pungkasnya. (Red)
Redaksi Suarajuang: Untuk informasi lebih lanjut terkait kegiatan Monev KIP dan inovasi keterbukaan informasi di Kabupaten Sumbawa Barat, silakan hubungi Dinas Komunikasi dan Informatika KSB atau kunjungi laman resmi Diskominfo.












