9 Desa Deklarasi DRPPA; Sekda ‘Ini Investasi Masa Depan Anak’.

Jereweh, Sumbawa Barat – Suarajuang|Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendeklarasikan sembilan desa sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), Selasa (26/5), dalam sebuah acara yang digelar di Aula Pertemuan Kecamatan Jereweh. Deklarasi ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah KSB, drh. Khairul, serta para kepala desa yang menyatakan komitmennya melalui penandatanganan dokumen DRPPA.

Kesembilan desa tersebut telah membentuk berbagai elemen pendukung seperti Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM), Forum Anak, serta Pos SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak), sebagai bagian dari implementasi Peraturan Desa (Perdes) tentang DRPPA.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KSB, Agus Purnawan, S.Pi., M.M., dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dan Yayasan Cipta Padu (YCP) atas kontribusinya dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di KSB.

Baca Juga:  RSUD Asy-Syifa’ KSB Jalin Kerja Sama dengan Siloam Hospitals Group untuk Perkuat Layanan Rujukan

“DRPPA merupakan salah satu pendekatan strategis untuk mencegah stunting, melalui pencegahan perkawinan anak serta peningkatan kesehatan ibu. Program ini sejalan dengan upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Kami berharap cakupan DRPPA dapat diperluas dari 16 desa yang telah terfasilitasi saat ini,” ujar Agus.

Manajer Social Impact PT AMMAN, Dimas Purnama, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan program pemerintah, termasuk pengembangan DRPPA.

“Selain mendukung pembentukan Perdes DRPPA di 16 desa, kami juga akan membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Alun-alun Kecamatan Jereweh sebagai proyek percontohan. Ini merupakan bagian dari kolaborasi dengan Pemkab KSB untuk mewujudkan ruang publik yang inklusif dan aman bagi anak-anak,” jelas Dimas.

Baca Juga:  Di Depan Pers, Bupati H.Amar Tegaskan: Pemerintah Tak Selalu Benar

Sekda KSB drh. Khairul, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya PT AMMAN dan YCP, yang telah mendukung upaya penurunan stunting melalui pendekatan konvergensi meliputi perbaikan gizi, sanitasi, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan peran perempuan.

“Stunting tidak hanya soal makanan, tetapi juga sanitasi dan akses air bersih. Karena itu, Pemkab KSB menargetkan program tuntas Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di seluruh wilayah. Saat ini, angka stunting di KSB adalah yang terendah di NTB, yakni 10,5 persen menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, atau bahkan 7,10 persen berdasarkan EPPGBM 2025. Ini capaian luar biasa, dan kita tinggal menyelesaikan sisa-sisa permasalahan,” ujar sosok sekda yang dikenal bersahaja dan tegas ini.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga komitmen bersama dalam pelaksanaan DRPPA sebagai bagian dari program nasional “Ruang Bersama Merah Putih” yang digagas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Baca Juga:  RSUD Asy-Syifa’ KSB dan PT Amman Bahas Addendum MoU Layanan MCU Karyawan

“Para kepala desa telah menyatakan komitmennya. Tugas kita sekarang adalah menjaganya. Anak-anak adalah generasi penerus KSB. Perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi prioritas,” tegas Sekda. (Red/Prokopim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.