Meski Letih, Aparat Tetap Sigap Bersihkan Sampah Usai Aksi PPS

Sumbawa Barat, NTB – Suarajuang|Meski terlihat letih setelah berjaga sejak pagi hari, aparat kepolisian tetap menunjukkan dedikasi dan kepedulian dengan membersihkan sisa-sisa sampah yang berserakan di jalan usai aksi unjuk rasa menuntut pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS), Senin (26 Mei 2025), tepat saat waktu maghrib.

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan massa tersebut berlangsung di sejumlah titik strategis, termasuk di Jalan Raya menuju Pelabuhan Poto Tano. Aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dari kabupaten-kabupaten di Pulau Sumbawa yang menyuarakan aspirasi agar pemerintah pusat segera mewujudkan pemekaran wilayah menjadi provinsi baru yang terpisah dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejak siang hari, aksi massa menyebabkan kemacetan panjang akibat blokade jalan yang dilakukan di akses utama menuju dan dari Dermaga Pelabuhan Poto Tano. Kondisi ini menghambat lalu lintas kendaraan, termasuk distribusi logistik dan mobilitas warga yang hendak menyeberang ke Pulau Lombok.

Baca Juga:  Pemkab Sumbawa Barat Gandeng PT AMNT dan UT School, Buka Beasiswa Mekanik Alat Berat untuk Pemuda KSB

Unjuk rasa berlangsung tertib dan damai dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Ratusan personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah gangguan yang lebih luas.

Meski harus berjaga sejak pagi dalam kondisi cuaca panas dan kelelahan yang jelas terlihat di wajah mereka, para personel tetap menjalankan tugas dengan profesional. Setelah massa membuka blokade pada pukul 18.00 Wita dan mulai membubarkan diri menjelang waktu maghrib, sejumlah anggota kepolisian langsung turun tangan membersihkan sampah yang ditinggalkan peserta aksi di badan jalan, khususnya di sekitar lokasi blokade.

Baca Juga:  Berlanjut ke Jalur Hukum, Kasie “D” Laporkan Camat Seteluk atas Dugaan Ancaman Senjata Tajam

“Ini adalah bagian dari tugas kami. Kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan lingkungan tetap bersih setelah kegiatan selesai,” ujar salah satu personel kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Tindakan humanis yang dilakukan aparat ini mendapat apresiasi dari warga sekitar dan pengguna jalan. Mereka menilai, langkah tersebut mencerminkan komitmen kepolisian untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menunjukkan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Aksi massa hari itu merupakan bagian dari gerakan yang telah lama diperjuangkan oleh masyarakat Pulau Sumbawa, yang merasa bahwa pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa akan mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di wilayah timur NTB.

Dengan adanya pengamanan yang kondusif dan aksi bersih-bersih pascaunjuk rasa, kegiatan tersebut berakhir dengan damai tanpa insiden berarti. Aparat kepolisian berharap, aspirasi masyarakat dapat terus disampaikan secara tertib dan damai demi menjaga stabilitas serta ketertiban umum di wilayah pulau Sumbawa. (Red)

Baca Juga:  HWM Center di Bawah H. W. Musyafirin Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kalimango

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.