Kartu KSB Maju Kesehatan: Hadirkan Layanan Ambulans Gratis dan Biaya Rujukan untuk Warga, Pasien Terlayani, Keluarga Tertangani

Penulis: Roy Marhandra, SE., M.Sos (Pranata Humas Ahli Muda Setda Kabupaten Sumbawa Barat)

Sumbawa Barat, NTB-Suarajuang|Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan setiap warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang adil dan merata. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah hadirnya Program Kartu KSB Maju Kesehatan, yang menjadi bagian dari program unggulan Bupati H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si dan Wakil Bupati Hj. Hanipa, S.Pt, M.Minov. Program ini tidak hanya berfokus pada pelayanan medis di fasilitas kesehatan, tetapi juga menyentuh kebutuhan penting lain yang kerap dihadapi masyarakat, yakni layanan ambulans gratis dan bantuan biaya rujukan pasien.

Akses Ambulans Gratis hingga Luar Daerah

Dalam praktiknya, layanan ambulans gratis ini telah dilaksanakan bahkan sejak periode pemerintahan sebelumnya, namun terus dikembangkan dan diperkuat melalui kerangka Kartu KSB Maju Kesehatan. Warga yang membutuhkan layanan ambulans, baik untuk keperluan rawat jalan, rujukan dari Puskesmas ke RSUD As-Syifa, maupun rujukan dari RSUD ke rumah sakit di luar daerah, kini dapat mengakses layanan tersebut dengan lebih mudah dan cepat.

Program ini dijalankan melalui kerja sama yang sinergis antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, RSUD As-Syifa, dan Baznas KSB, di bawah koordinasi Tim Reaksi Cepat (TRC). Ketika seorang warga atau tetangganya mengalami kondisi darurat, cukup menghubungi Puskesmas terdekat melalui call center yang tersedia pada armada ambulans. Tim TRC kemudian akan melakukan tindakan cepat, mengevaluasi kondisi pasien, dan menentukan apakah diperlukan rujukan atau perawatan di rumah.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Jika layanan ambulans dari pemerintah daerah sedang dalam kondisi sibuk atau terbatas karena digunakan oleh pasien lain, maka opsi berikutnya adalah Ambulans Baznas KSB, yang siap menjadi solusi alternatif. Pihak RSUD atau Puskesmas akan langsung berkoordinasi dengan Baznas untuk menjamin bahwa pasien tetap terlayani, tanpa harus menunggu terlalu lama atau terbebani biaya sendiri.

Bantuan Biaya Rujukan dan Pendampingan Keluarga

Tidak hanya menyediakan armada ambulans, Pemkab Sumbawa Barat melalui Baznas juga memberikan dukungan finansial untuk pendampingan pasien, terutama bagi keluarga pasien yang harus melakukan rujukan ke rumah sakit di luar KSB.

Melalui skema program Bakesos hasil kerja sama antara Baznas dan Dinas Kesehatan, pasien yang mendapat rujukan dari Puskesmas ke RSUD As-Syifa akan memperoleh bantuan sebesar Rp 500.000. Sementara jika dirujuk dari RSUD As-Syifa ke rumah sakit luar daerah, keluarga pasien akan mendapatkan dana pendampingan sebesar Rp 1.000.000, termasuk fasilitas rumah singgah, baik di Kota Mataram maupun di Kabupaten Sumbawa.

Dalam beberapa kasus, terutama ketika keluarga pasien menghadapi kendala finansial untuk menjemput jenazah dari rumah sakit di luar daerah, Baznas KSB juga memberikan dua pilihan layanan: menunggu ambulans dari KSB menuju lokasi jenazah, atau menggunakan jaringan ambulans Baznas se-Pulau Sumbawa dan Lombok (Lazdasi NTB), yang biayanya kemudian dapat diklaim ke Baznas KSB.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Prosedur Mudah, Basis Data Terpadu

Semua layanan dalam Kartu KSB Maju Kesehatan ini dapat diakses oleh warga dengan menunjukkan Kartu KSB Maju saat datang ke Puskesmas atau RSUD. Bila kartu tidak dibawa, cukup menunjukkan Kartu Keluarga (KK). Data warga yang berhak mendapatkan layanan telah terverifikasi melalui sistem kependudukan (Disdukcapil), sehingga bantuan bisa disalurkan secara tepat sasaran dan akuntabel.

Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan bahwa operasional program ini telah dilengkapi dengan sistem pemantauan dan evaluasi. Setiap transaksi dan layanan yang diberikan akan tercatat secara digital, agar mudah diaudit dan terus disempurnakan dari waktu ke waktu. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun sistem kerja yang responsif dan profesional, sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan tanggap terhadap kebutuhan warga.

Layanan Talangan BPJS: Meringankan Beban Pasien

Tak jarang, proses klaim BPJS membutuhkan waktu yang tidak singkat. Dalam hal ini, RSUD As-Syifa telah menerapkan kebijakan talangan biaya bagi pasien yang telah dijamin BPJS, agar tidak menunda proses rujukan medis. Setelah dana dari BPJS cair, biaya tersebut dikembalikan ke kas rumah sakit. Mekanisme ini telah membantu mempercepat penanganan pasien dan menjadi catatan baik dalam pelayanan publik di sektor kesehatan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga tengah menyempurnakan kebijakan untuk pasien yang belum terdaftar BPJS atau yang penyakitnya tidak ditanggung, seperti pasien dengan gangguan kesehatan mental, korban kekerasan, atau percobaan bunuh diri. Mereka juga akan dijamin melalui program rujukan dan ambulans gratis dalam kerangka Kartu KSB Maju Kesehatan.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Kesimpulan: Hadirnya Negara dalam Pelayanan Nyata

Melalui pendekatan yang kolaboratif, solutif, dan berbasis kebutuhan riil warga, Program Kartu KSB Maju Kesehatan menjadi bukti hadirnya negara dalam meringankan beban masyarakat, terutama pada situasi genting yang melibatkan nyawa dan kesehatan.

Pemkab Sumbawa Barat tidak hanya menjanjikan pelayanan gratis, tetapi juga memastikan prosedur yang mudah, transparan, dan cepat. Ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari pembangunan manusia seutuhnya—dimulai dari hak paling dasar: hak untuk sehat, dirawat, dan dipulangkan dengan layak.

Sumber:

1. Ketua BAZNAS KSB, H. M. Jafar Yusuf, S.Sos.

2. H. Indra Alamsyah – Dinas Kesehatan KSB.

3. Direktur RSUD As-Syifa KSB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.