Teknologi Masuk Sawah, Bupati H. Amar Luncurkan Bantuan 10 Combine Harvester

Seteluk, Sumbawa Barat-SuaraJuang|Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong modernisasi sektor pertanian. Senin (8/4), Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., meninjau langsung kegiatan panen padi di Orong Bawa, Desa Ai Suning, Kecamatan Seteluk. Dalam kunjungan tersebut, Bupati mengumumkan bahwa Pemkab akan segera menyalurkan 10 unit mesin panen modern (combine harvester) kepada petani.

“Ya, dalam 14 hari ke depan, kita mulai distribusikan 10 unit mesin combine ini. Kebetulan juga waktunya pas dengan musim panen yang sedang berjalan,” ungkap Bupati.

Didampingi oleh Asisten II Setda KSB Suhadi, SP, Kepala Dinas Pertanian Jamilatun, S.Pt., dan Kepala Dinas Koperindag Suryaman, S.STP., Bupati menegaskan bahwa pengadaan dan penyaluran alsintan (alat dan mesin pertanian) merupakan bagian dari strategi besar mewujudkan kedaulatan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat daya saing sektor pertanian daerah.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

“Combine ini bukan hanya mempercepat proses panen, tetapi juga menekan biaya produksi petani secara signifikan. Ini adalah bentuk intervensi nyata pemerintah untuk menjawab keluhan para petani yang tiap tahun kekurangan alat panen,” tambahnya.

Asisten II Setda KSB, Suhadi, SP, turut menjelaskan bahwa mekanisasi pertanian menjadi solusi tepat di tengah tantangan minimnya tenaga kerja saat panen raya. Penggunaan mesin combine, menurutnya, terbukti mampu menekan potensi kehilangan hasil panen yang selama ini cukup besar dalam metode konvensional.

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

“Dengan cara tradisional, proses panen bisa memakan waktu lama dan banyak hasil yang terbuang. Tapi dengan alsintan seperti combine, kita bisa panen lebih cepat, lebih bersih, dan hasilnya lebih maksimal,” jelas Suhadi.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan combine bukan berarti menghilangkan lapangan kerja, melainkan menjadi solusi alternatif ketika tenaga kerja sulit ditemukan.

“Apalagi saat panen serentak, petani sering kesulitan mencari buruh panen. Maka teknologi ini hadir sebagai penyelamat, sekaligus sebagai upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan di daerah,” tambahnya.

Suhadi berharap, kehadiran mesin combine ke depan mampu menjaga bahkan meningkatkan produksi padi di Kabupaten Sumbawa Barat. Menurutnya, optimalisasi alsintan adalah langkah konkret dalam menciptakan efisiensi, produktivitas, dan nilai tambah di sektor pertanian, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi petani. (Red)

Baca Juga:  Bersama HWM Center, 85 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Bale Central

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.