Respon Digital Publik KSB Terhadap Calon Sekda: Khusnarti Unggul, Agus Tak Mendaftar?

Sumbawa Barat, NTB-Suarajuang|Nama-nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat mulai menjadi sorotan publik. Tak hanya menjadi pembicaraan di kalangan birokrasi dan pemerintahan, topik ini juga ramai dibicarakan di jagat maya. Tren percakapan di media sosial memperlihatkan bahwa publik tidak hanya mempertimbangkan rekam jejak birokrasi, namun juga pendekatan personal dan keterlibatan para kandidat dalam isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Kendati demikian, suara warganet tentu bukan satu-satunya indikator dalam proses seleksi Sekda, namun dapat menjadi cerminan awal tentang harapan dan ekspektasi publik terhadap figur pimpinan birokrasi ke depan. Seiring dinamika politik dan birokrasi yang terus bergerak, masyarakat KSB kini menanti keputusan final dari proses seleksi yang sedang berlangsung.

Sebuah eksperimen sosial media bertajuk Cyber Digital Response Analysis (CyDRA) Institute menangkap geliat opini publik secara digital terhadap figur-figur yang digadang-gadang masuk bursa calon Sekda KSB.

Melalui sebuah pemetaan opini publik digital, masyarakat KSB secara aktif memberikan respon terhadap para calon yang santer disebut-sebut masuk dalam bursa Sekda. Dari empat nama pejabat yang mencuat, dua figur utama berhasil mendominasi dukungan, yakni Khusnarti, S.Pd., M.M.Inov, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta drh. Khairul Jibril, M.M., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Berdasarkan data yang dihimpun dari interaksi publik di berbagai kanal media sosial, Khusnarti meraih dukungan tertinggi dengan persentase sebesar 59,37%, disusul oleh Khairul Jibril dengan 29,16%, dan Suhadi, SP., M.Si, Asisten II Setda KSB, yang berada di posisi ketiga dengan dukungan sebesar 11,47%.

Sementara itu, Agus, S.Pd., M.M., Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), yang sebelumnya santer disebut-sebut sebagai kandidat kuat, dinyatakan tidak ikut mendaftarkan diri dalam seleksi Sekda. Padahal, namanya sempat menghiasi banyak diskusi publik dan forum pemerintahan.

Pakar Teknologi Informasi dan Research Software Engineer pada CyDRA Institute, Ambar Wahyu Riadi

Pakar Teknologi Informasi dan Research Software Engineer pada CyDRA Institute, Ambar Wahyu Riadi, menjelaskan bahwa data dukungan diambil dari berbagai platform media sosial yang banyak digunakan masyarakat KSB.

“Kami mengumpulkan data dari percakapan terbuka dan polling berbasis interaksi publik di platform seperti WhatsApp group, Facebook, dan Instagram. Ini memberikan gambaran awal tentang arah opini publik terhadap calon Sekda,” jelasnya.

Menurutnya, eksperimen ini tidak bertujuan menggantikan proses seleksi formal, tetapi bisa menjadi bahan refleksi untuk melihat sejauh mana konektivitas figur calon dengan masyarakat digital yang makin aktif menyuarakan opini.

Tingginya dukungan terhadap Khusnarti menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan sosok Sekda yang tidak hanya kuat dalam administrasi, tapi juga memiliki kedekatan emosional dengan publik, terutama dalam isu pendidikan dan sosial.

Di sisi lain, Khairul Jibril dianggap unggul dalam pendekatan perencanaan pembangunan yang strategis dan berbasis data. Pengalamannya memimpin Bappeda menjadikannya figur teknokrat yang memahami betul arah kebijakan makro daerah, terutama dalam perumusan RPJMD dan koordinasi lintas sektor pembangunan. Meski secara digital belum terlalu dominan, kekuatannya terletak pada ketepatan teknis dan konsistensi kebijakan berbasis perencanaan jangka panjang.

Sementara itu, Suhadi dinilai memiliki kelebihan dalam aspek pengelolaan teknis dan manajerial lintas sektor pemerintahan. Sebagai Asisten II yang membawahi bidang pembangunan dan perekonomian, ia dikenal piawai dalam mengoordinasikan program lintas OPD serta menjaga kesinambungan pelaksanaan proyek strategis daerah. Suhadi juga mendapat apresiasi atas kemampuannya dalam menjaga stabilitas internal birokrasi dan menjembatani berbagai dinamika di tataran teknis pemerintahan.

Kini, publik KSB menanti keputusan akhir dari Pansel Sekda. Siapa pun yang terpilih, besar harapan masyarakat agar figur tersebut membawa semangat birokrasi yang inklusif, terbuka, dan benar-benar berpihak pada kebutuhan daerah dan rakyat Sumbawa Barat, (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini.