Suara Juang, Sumbawa Barat | Pembangunan proyek Bendungan di Dusun Lamunga Desa Batu Putih Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat, menuai sorotan dan protes dari mayoritas warga lamunga.
Proyek bendung lamunga dengan anggaran Rp 2.000.000.000, itu dinilai menyimpan banyak masalah, salah satu alasan bahwa lokasi proyek bendungan dimaksud tidak mengakomodir aspirasi dari warga setempat.
Sejumlah petani dusun lamunga saat dimintai keteraangan merasa heran melihat lokasi proyek yang akan dibangun di areal pegunungan dan jauh dari areal persawahan.
Kelompok petani dusun lamunga menyampaikan kegusarannya terkait lokasi pembangunan bendung di wilayah pegunungan yang jauh dari persawahan serta dipastikan akan minim pasokan ‘sumber’ air.
“Ini luar biasa, untuk pertama kalinya pemkab sumbawa barat membangun bendungan di kawasan pegunungan. Akses para petani akan sangat sulit dan selain itu dipastikan lokasi bendung akan minim pasokan air, di pegunungan pula. Jangan sampai sudah dianggarkan miliaran rupiah tapi di tidak dapat kami bisa nikmati asas manfaatnya”. kata hasanuddin dalam keterangannya, kamis (20/7).
Hal senada juga disampaikan oleh sultan tokoh masyarakat dusun lamunga, menurutnya sikap pemerintah daerah dengan anggaran yang cukup besar untuk proyek pembangunan bendung lamunga namun tidak mengakomodir aspirasi dan belum sesuai dengan ekspektasi warga setempat.
“Proyek bendung lamunga ini tidak mungkin akan selesai tepat waktu, karena sesuai dengan perjanjian kontrak pada tanggal 25 Mei 2023, apalagi saat melihat progres dilapangan yang masih terhitung nol persen. Sebaiknya pemerintah daerah dalam hal ini pihak Dinas PU Kabupaten Sumbawa Barat tidak memaksakan pembangunan proyek bendung pada lokasi yang ditunjuk saat ini, karena tidak akan memberikan dampak yang signifikan (asas manfaat) untuk mengairi areal persawahan di lamunga. Sebaiknya pemerintah daerah memperbaiki bendungan yang sudah ada karena manfaatnya sudah kami rasakan selama puluhan tahun”. tegas sultan.
Menurutnya pembangunan bendung ini tidak akan selesai tepat waktu dan besar kemungkinan tidak akan terlaksana karena mendapat penolakan dari mayoritas masyarakat lamunga atas lokasi pembangunan proyek bendung ini.
“Percuma pembangunan proyek bendung ini dilanjutkan, karena selain tidak akan memberikan asas manfaat yang signifikan, toh juga waktu pekerjaan yang mepet, apalagi lokasi pembangunan bendung ini mendapat penolakan dari seluruh elemen masyarakat lamunga”. pungkas nya. (Red)












